Sunday, September 23, 2018

A & E (83)

Jika bahagia ada saat bersama, apakah tak bahagia kala berpisah?
Apakah bahagia kita ditentukan ada tidaknya orang lain?
Atau bahagia itu kita sendiri yang ciptakan? Putuskan?
Atau bahagia itu dipengaruhi orang lain, tapi sebenarnya ada di dalam kendali diri?
Apa itu bahagia?
Apakah ia sifat yang melekat pada seseorang, lalu orang tersebut membawanya untuk kita rasakan? Tapi tak ada orang yang selalu bahagia.
Lalu bisakah Elang merasakan bahagia lagi saat tak bersama Ola?

--
Jemari Elang mengetikkan kata demi kata yang tak sanggup ia sampaikan ke Ola. Enam bulan telah berlalu, dan belum juga ia mendapatkan pekerjaan tetap di Belanda. Artinya, verblijfvergunningnya akan bermasalah. Dia bisa jadi dideportasi jika sampai ID nya habis, dan dia masih belum mendapatkan pekerjaan. 

Malu ia pada Ola. Yang telah lebih dulu pulang ke Indonesia. Setelah pergulatan panjangnya dengan skripsi, laporan internship, dan business plan yang mesti diselesaikan; akhirnya Ola bisa pulang ke Indonesia. Setelah bercangkir-cangkir kopi Ola habiskan untuk berbincang berdua untuk memutuskan apakah ia mesti pulang dan menjadi anak berbakti; ataukah tetap di Belanda, dan mencari pekerjaan sementara, selama menunggu Elang, mencapai keinginannya. Sebuah pekerjaan tetap di Belanda. Itu saja. 


La, katakan padaku, bagaimana mengatasi rindu?
Apakah rindu sebuah bencana?
Apakah rindu sebuah karunia? 
Merindu yang tiada, kemanakah mesti berlabuh?
Sedangkan rindu bagai seonggok kayu yang terombang ambing di luasnya air laut.
Hanya ingin mencicipi daratan.
Meski sebentar.
Tapi rindu bukan itu saja. 

Jika kau ada, kau akan tanya "apa yang dirindukan?"
Lalu akan kujawab: "Kebersamaan."

Lalu kau akan bertanya lagi,
"Ada apa dengan kebersamaan?"

Dan akan kujawab: "Ada orang yang memahami, menyayangi, someone to lean on."

Lalu kau akan menyanyi Bill Withers - Lean On Me
"Lean On Me"
Sometimes in our lives
We all have pain, we all have sorrow.
But if we are wise,
We know that there's always tomorrow.

Lean on me when you're not strong
I'll be your friend, I'll help you carry on
For it won't be long
'Til I'm gonna need somebody to lean on.

Please swallow your pride
If I have things you need to borrow
For no one can fill those of your needs
That you won't let show.

You just call on me, brother, when you need a hand
We all need somebody to lean on.
I just might have a problem that you'll understand,
We all need somebody to lean on.

Lean on me when you're not strong
And I'll be your friend I'll help you carry on
For it won't be long
'Til I'm gonna need somebody to lean on

You just call on me, brother, when you need a hand
We all need somebody to lean on.
I just might have a problem that you'll understand,
We all need somebody to lean on.

If there is a load
You have to bear
That you can't carry
I'm right up the road
I'll share your load
If you just call me.

Call me if you need a friend
Call me, call me, uh-huh
Call me when you need a friend
Call me if you ever need a friend
Call me, call me
Call me, call me
Call me, call me
Call me, call me
Call me if you need a friend
Call me, call me
Call me, call me
Call me, call me
Call me, call me
Call me

Dan akan kubiarkan kau menyanyi hingga selesai. Dan akan kupandangi dalamnya mata coklatmu. Dan aku akan bertanya, "adakah rasa yang sama dengan itu?"
Kau akan menjawab "Yang sama, takkan pernah ada. "
"Lalu bagaimana?"
"Kau cari rasa yang mirip dengan itu."
"Baiklah, akan kukejar orang-orang yang membuatku merasa begitu. Hingga habis rinduku untuk yang tak dapat bertemu. Kau."
Dan kau akan berkata "Gombal!"

La, aku rindu kehadiranmu. Aku rindu obrolan kita. Aku rindu jawaban-jawaban spontanmu, yang tiba-tiba tak terduga. Atau responmu yang tiba-tiba menyanyi dengan lirik apapun yang terpikir, seperti main kuis Tebak Lagu. 



Elang.

Artikel Terkait

A & E (83)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email