Monday, August 27, 2018

A & E (78)

Maafkan tentang kemarin. Kau apa kabar? tanya Elang di pesan pendek.

Kau tak berhak tanyakan keadaanku, jawab Ola. Dibalasnya pesan pendek Elang dan dimatikannya telpon genggamnya. Ia marah, merasa bodoh, kesal, menyesal, benci Elang, berharap Elang mati saja, walau mungkin jika itu terjadi, tangisnya bisa jadi terlalu kencang.

"La, kau tak layak jadi rahasianya, atau rahasia orang lain. Kau sangat layak diteriakkan di puncak gunung bahwa kau telah dimiliki. Dia tak layak untukmu. Dia tak baik buatmu, La," celetuk Maria kala melihat perubahan air muka sahabatnya.

Sofa coklat di rumah Maria menjadi saksi kisah Ola dan Elang. Jika ia bisa, mungkin iapun akan menuliskan cerita betapa berat bebannya, melihat dua perempuan bertukar kisah, saling menguatkan, dalam diam mendoakan, dan tangis yang tak kunjung reda.

"Aku bodoh. Aku bodoh,"

"Hei, kau tak boleh mengutuk dirimu sendiri. Apa yang kau tuliskan untuknya?" Maria membetulkan letak duduknya. Kakinya disilangkan menghadap Ola.

"Kubilang dia tak berhak tanyakan keadaanku,"

"Hahaha. Kau ini, sedihpun masih ingat Sheila,"

"Ya iyalah. Sheila benar-benar mewakili perasaanku."

Maria beranjak menuju laptopnya, dan segera mencari Mudah Saja di Youtube.

"Mudah Saja"

Tuhan 
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Mudah saja...

Mereka menyanyi bersama ditemani suara Duta yang khas. Ola tertawa dengan hidung yang masih merah, dan tissue yang penuh ingus. Hanya saja dia tak tahu, di seberang sana, Elang membaca pesannya, dan hatinya remuk redam...

Artikel Terkait

A & E (78)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email