Monday, August 20, 2018

A & E (76)

Elang selalu punya cara konyol untuk mengungkapkan perasaannya. Seperti yang saat ini dilakukannya. Menyalakan lagu lalu lipsync ala-ala penyanyinya di hadapan Ola...

Jangan berkata tidak 
Bila kau jatuh cinta 
Terus terang sajalah buat apa berdusta
Cinta itu anugerah 
Maka berbahagialah
Sebab kita sengsara bila tak punya punya cinta...


"Jaduuuul," Ola tertawa terbahak-bahak melihat aksi Elang dengan kacamata hitam ala aviator, gitar diselempang ala Rhoma Irama, rambut diacak-acak inginnya seperti Ahmad Albar; tapi sayang rambut Elang tak kribo.

"Kau tahu itu lagu siapa?"

"Tahu, Doel Sumbang kan?"

"Hahaha, berarti kau jadul juga,"

"Aku tuh berwawasan musik, bukan jadul,"

"Ya ya ya, terserah kau sajalah. Aku lanjutkan ya?" muka Elang memelas ingin meneruskan penampilannya.

Rintangan pasti datang menghadang 
Cobaan pasti datang menghujam 
Namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu 
Mengerti akan arti kehidupan

Marilah sayang, mari sirami 

Cinta yang tumbuh di dalam diri 
Marilah sayang, mari sirami 
Agar merekah sepanjang hari 

"Gombaaaal," Ola sedikit berteriak masih berusaha menahan tawa tapi tak bisa. Terpingkal-pingkal dia dibuatnya.

"Sudah sudah, jangan teruskan lagunya," ucap Ola sambil menutup telinga kirinya sambil tangan kanannya dengan cekatan menekan tombol PAUSE di laptop Elang di meja depannya. Ola hafal lagu ini, setelahnya Doel Sumbang akan bernada teriak dengan sumbang.

"Hahaha," Elang tertawa bahagia sambil menyibakkan rambut acak-acakan miliknya.

"Kenapa, La? Tak tahan melihat pesonaku ya?" Elang mengerlingkan mata.

"Dasar genit. Perayu, gombal."

"Tapi kau suka, kan?" ucapnya perlahan sambil mendekat ke Ola.

"Hoeeeeek, ge-er yaaa," Ola tertawa terbahak-bahak melihat Elang yang sok romantis di hadapannya.





Artikel Terkait

A & E (76)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email