Saturday, May 26, 2018

A & E (67)

Suara Adele terdengar lirih, mendayu dan seolah menceritakan seluruh hati Ola di saat ini. Ini pertemuannya kelima dengan Elang.

Ia memilih tempat duduk yang sama. Rupa-rupanya kafe ini memiliki konsep baru, aroma vanilla semerbak memasuki rongga hidung Ola.

Mungkin mereka memakai aromaterapi sekarang, pikirnya. Makin membuat pertemuan ini semakin berjangkar di ingatan.

Ola memperhatikan sekeliling dan mencari pelayan yang berseragam hitam. Ia lambaikan tangannya, tanda siap memesan.

"Salmon steak satu," katanya tanpa menunggu ditanya mau pesan apa.

"Minumnya, kak?" tanya pelayan ramah

"Hot lemon tea,"

Pelayan tersenyum dan mengangguk mengiyakan.

"Oh ya, dessertnya saya mau brownies ice cream vanilla ya,"

"Iya boleh,"

"Terima kasih"

Pelayan di sini tak mencatat pesanan pelanggannya. Mereka mengingatnya. Inilah kenapa Ola suka di tempat ini. Melihat pelayannya menyajikan pesanan sesuai dengan pemesannya tanpa pernah menuliskan pesanannya adalah salah satu kekuatan memory palace, seperti yang dilakukan Sherlock Holmes.

Sayup-sayup terdengar Adele mengakhiri lagunya...

You look like a movie, you sound a song, when we were young.....

Menyebalkan. Bahkan semesta berkonspirasi dengan Elang, pikirnya.


Artikel Terkait

A & E (67)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email