Saturday, May 26, 2018

A & E (66)

"The right thing sometimes is the hardest thing to do. You don't fight anyone else but yourself," kata Ola ke Maria.

"Iya, makanya surga itu mahal," jawabnya pendek.

"Di satu sisi, kau paham bagaimana aku sangat ingin selalu bersamanya. Menghabiskan waktu dengannya. Seperti kembali ke masa-masa di mana kami masih bersama," suara Ola berat.

"Tapi di sisi lain, aku tak ingin menghancurkan hidupnya. Keluarganya. I am not a home wrecker," lanjutnya.

"Jadi maumu?"

"I'll leave him. Walau itu sama saja membunuh separuh diriku. Dia akan survive seperti dulu. Akupun juga akan survive."

"Kau yakin?"

"The hardest day of my life is when I let go something I really want. I want to be good. Dan jika ini harganya mahal, I'll pay for it,"

"Yeah, you did it before. You do it now. Kau hanya perlu mengulang cara yang dulu telah berhasil kau lakukan. Walau jelas keadaannya beda. You hated him then," kata Maria.

Ayam goreng mentega masakan Maria sudah mengeluarkan aroma sedap. Segera ia matikan kompor. Tangannya cekatan menyiapkan garnish daun selada dan tomat yang dipotong berbentuk bunga. Piring saji oval diambilnya dan berpindahlah ayam goreng mentega itu ke sana.

Ola membantu menyiapkan meja, dan menuangkan air mineral dari dispenser ke gelas cantik bergambar bunga mawar.

"All set, Mar,"

"Selamat makan,"

"Smakelijk eten," jawab Ola.

"Kau yakin, La,"

"My heart says no. My head says I should do this."

"And which one do you follow?"

"Logikaku. Walau rasanya seperti akar tanaman yang sudah kuat dan tercabut paksa. Sakit,"

"Do you really love him this much?" Maria mengambil dua potong sayap ayam.

"I don't know. Kau tahu dia pernah bilang, aku berharap ada kehidupan kedua, dan saat itu akan kucari kau, aku takkan menyerah pada jawaban tidakmu, dan takkan aku melewatkanmu. Itu katanya,"

Maria menarik nafas panjang dan dalam. Tampak kesedihan begitu nyata terlihat di raut muka Ola.

"Aku mesti putus hubungan dengannya," kata Ola dengan mata berkaca-kaca.

"Untuk kebaikan bersama," lanjutnya.

Cinta tak bisa memilih. Cinta hadir begitu saja. Tanpa permisi. Entah apa yang membuat Elang istimewa di mata dan hati Ola. Ola hanya berharap ketenangan, untuknya, untuk Elang dan keluarganya.

Akan kutitipkan rinduku pada air yang menguap ke angkasa, agar ia menurunkannya padamu di saat hujan tiba. Dan saat kau mengingatku, panjatkan doa untukku, untuk kita. Agar dapat melewati ini semua dengan bahagia. I love you, Lang...

Artikel Terkait

A & E (66)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email