Friday, May 04, 2018

A & E (52)



You won't die because you're alone.
You only die because of loneliness.

Elang membaca tulisan sok bijak di sebuah tembok kotor. Sepertinya dicoret oleh anak-anak berandalan Amsterdam yang mencari perhatian.

Dia lelah. Lelah mengharapkan kehadiran Ola lagi dalam hidupnya seperti dulu. Apakah ia akan membebaskan Ola? Memutuskan hubungan mereka? Karena untuk menikah sekarang bukanlah ide yang baik. Banyak pr kehidupan yang masih belum ia selesaikan. Kedua adiknya masih sekolah, dan dia membantu ayahnya untuk membayar uang SPP adik-adiknya dengan bekerja paruh waktu.

Menikah? Hidup dalam kekurangan bersama Ola bukanlah ide yang baik. Ola pasti akan menerimanya apa adanya, tapi ia sebagai kepala keluarga manalah bisa ia mengajak Ola hidup dalam kekurangan? Ola deserves better, pikirnya.

Tulisan di kamar mandi tadi dipikirnya mendalam. Kesepian. Iya, ia kesepian sejak ia memutuskan hubungannya. Iya ia kesepian sejak ia tak lagi berbincang dengan Ola. Iya ia kesepian sejak tak ada ucapan selamat pagi dan selamat malam dari Ola. Jika rindunya bisa ditimbang, mungkin sudah berton-ton beratnya sekarang.

Manusia seringkali mencari ketenangan dari luar dirinya, dan itulah yang dilakukannya. Ia menghabiskan waktu bermain game, memainkan gitarnya, atau sekedar bersepeda berkeliling komplek rumah susun kontrakannya.

Atau jangan-jangan sebenarnya ketenangan ada di dalam dirinya? Kemana ia mesti mencari ketenangan?
Ola, jika kau di sini, kita akan membicarakan hal ini lama dan mendalam.

I miss you, La. Ucapnya pada udara malam yang ia kirimkan untuk Ola. You are my happiness.


Terdengar lamat-lamat lagu Akon..
..Lonely, i am so lonely..i have nobody to call my own..

Di belahan lain kota Haarlem, Ola memakaikan selembar kain berwarna putih bercorak abstrak di kepalanya. Mematut diri di depan kaca. Bergaya apakah dia cocok memakai jilbab. Di kamar berukuran 4x5 meter itu Ola menilai mana yang tampak lebih pas buatnya. 


Artikel Terkait

A & E (52)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email