Tuesday, May 01, 2018

A & E (47)

Ola, aku marah.

Iya, aku sadar kau marah.

Dari mana kau tahu?

Kau mengabaikanku.

Kau tak ingin tahu apa yang membuatku marah padamu?

Aku tahu.

Lalu kenapa kau lakukan?

Karena aku juga manusia. Aku bebas melakukan yang kuinginkan.

Kau juga akan marah jika kau ada di posisiku?

Mungkin.

Lalu kenapa kau begitu keras kepala dan tetap melakukannya walau itu menyakitiku?

Karena kau juga pernah menyakitiku.

Jadi kita berbalas dendam?

Aku ingin kau rasakan sakit yang kurasakan.

Kenapa La?

Karena kau harus tahu. Yang kau lakukan itu menyakitkanku.

Yang mana?

Yang kau diamkan aku saat aku begitu mengharapkanmu. Kau menjauh dariku saat aku begitu menginginkanmu.

Baiklah. Aku mengerti sekarang. Dendammu sudah terbalaskan?

Sudah.

Bagaimana rasanya?

Ternyata tak sebaik yang kukira.

Jadi?

Apa?

Kita teman?

Bukan. Kita tak akan pernah jadi teman lagi.

Maksudmu?

Entahlah, aku bingung!

---
Sejurus kemudian Ola terbangun dari mimpinya. Dia berkeringat dan nafasnya tersengal karena marah.

Ya Allah Gusti, what a nightmare.

Elang, di manapun kau berada. Walaupun kita tak bersama, kurasa kau tahu bahwa cinta tak muncul dari ketiadaan. Energi cinta ini akan mewujud menjadi sesuatu yang luar biasa, berubah bentuknya. Tak kan pernah musnah, hanya berganti.

Kamar Ola yang temaram seolah menenangkan. Diambilnya handphonenya dan segera ia menghubungi Maria lewat pesan singkat.

Mar, aku mimpi Elang. Ketiknya.

Artikel Terkait

A & E (47)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email