Sunday, April 29, 2018

A & E (44)

Ajaib bagaimana lagu, rasa, bau; dapat mengingatkan seseorang akan sesuatu. Ada sebuah film di mana ada lomba masak, dan pemenangnya ialah orang yang mampu membawa cita rasa "rumah" pada masakan yang dimasaknya. Rasa, berhubungan dengan memori. Bukti bahwa tubuh dan pikiran terhubung. Satu sama lainnya saling mempengaruhi.

Seperti malam ini, saat Ola tak sengaja memutuskan untuk mendengarkan Sheila on 7. Grup band asal Yogyakarta yang unik. Tiap kali lead vocalnya bernyanyi, sama sekali berbeda aksen dibandingkan saat ia berbicara. Seperti dua orang yang berbeda. Lagu-lagunya sederhana, tapi seolah mampu menyusup dalam hati dan berbicara mewakili orang yang merasakan perasaan tertentu. Lagunya yang berjudul Dan; adalah lagu dengan judul terpendek dan menggelitik.

Ola mendengarkan suara Duta yang sedikit serak menyanyikan bait demi bait lagu berjudul Tanyaku. Ah, Ola ingat Elang. "Iringi tanyaku, kapan kau jadi milikku?"

"Kita dulu menunggu takdir itu tiba. Jika memang kita ditakdirkan bersama. Sayangnya kita tak bisa lama menorehkan kenangan di hati. Kau memilih dia, bukan mencariku."

Lagu Sheila on 7 itu mengingatkan saat mereka masih kuliah. Elang bermain gitar menyanyikan di depan Ola, di ruang tamu yang berhias bunga tulip yang dibawanya dari GroteMarkt.

"Terima kasih telah menemaniku ya, La," Elang menyandarkan gitar akustik warna coklatnya di dinding."

"Terima kasih telah mau kutemani," Ola menjawab sopan.

"Jadi kalian kapan jadian?" celetuk Ningsih.

"Hah? Jadian? Hahaha. Enggak. Belum," Ola tertawa. 

"Hmm, belum ya La? Jadi kau ingin kita jadian?" Elang menggoda.

"Ih kege-eran. Pertanyaan itu semestinya ditujukan untukmu,"

"Hahaha baiklah. Kau mau jadi teman terdekatku, La?"

"Ih, apa sih," muka Ola bersemu merah.

"Ciyeeeh ciyeeeh," Ningsih melihat mereka berdua dan tertawa.

"Emang mau, La?"

"Kalau mau, kenapa. Kalau tak mau, kenapa?"

"Ya kalau mau, hayuk. Kalau tidak, aku cari yang lain saja. Yang mau sama aku,"

"Mau gak ya?" Ola pura-pura berpikir.

"Iya, La. Jawab dong. Udah dinyanyiin gitu,"

"Hmmm, boleh deh," jawab Ola kasual.

"Ih, pake deh," celetuk Ningsih.

Elang tersenyum bahagia. "Kapan kau jadi milikku?"

Artikel Terkait

A & E (44)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email