Saturday, April 28, 2018

A & E (41)

"Kau pernah membayangkan jika kita menikah?" Ola bertanya setelah ia meletakkan novel yang sedang dibacanya di meja kotak di sampingnya.

"Pernah. Sering," Elang menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar kaca. Ia sedang menonton suatu film entah yang Ola tak paham jalan ceritanya.

"Lalu apa yang muncul di bayanganmu?"

"Hmmmm.. banyak," jawab Elang singkat.

"Banyaknya seperti apa? Sebutkan satu,"

"Hmm, banyak," Elang masih tak memandang Ola di sampingnya.

Siang itu Elang sengaja mengajak Ola bertemu di kedai kopi yang baru buka. Tujuannya agar Elang bisa menikmati santainya menonton film dan minum kopi. Dia tak suka bioskop karena bioskop gelap. Aneh memang. Mereka seringkali berdebat tentang ini. Ola penyuka bioskop. Apalagi bioskop lawas di Haarlem, yang menyediakan jeda 15 menit di tengah film, sehingga para penonton bisa ke kamar mandi tanpa kuatir ketinggalan jalan cerita, atau sekedar memesan teh atau kopi hangat di cangkir. Ya, cangkir. Bukan di gelas plastik.

"Elang, please lihat aku," Ola merajuk.

Elang melepaskan headset yang dipasang sedikit miring agar dia masih bisa mendengar Ola. Ola berpindah tempat duduk, ke sofa coklat di depan Elang. Kini mereka duduk berhadapan.

"OK, Ola. Apa yang bisa kubantu?" Elang berkata lembut.

"Iya. Apa yang kau bayangkan jika kita menikah?" Ola meletakkan kedua tangannya di dagunya. Lucu dan menggemaskan.

"Hmmm, kau akan bangun siang sedangkan aku bangun pagi dan menyiapkan sarapan buatmu. Kubuatkan kopi, telur rebus dan roti bakar. Lalu kau bangun, mengendap-endap keluar dari kamar dan memelukku dari belakang saat aku masih berdiri di dapur. Lalu esok paginya, giliran kau yang bangun lebih pagi dan melakukan hal yang sama."

"Piket pagi?" mata Ola terbelalak.

"Hahaha. Iya dong. Gantian. Kalau kau terus, kasihan kau nanti lelah. Kalau aku terus, kasihan kau, nanti tak dapat banyak pahala."

"Ih, membingungkan,"

"Hahaha. Ya, we'll share our dreams and chores"

"Kalau aku marah-marah?"

"Aku sudah tahu bagaimana marahmu,"

"Kalau aku belum mandi?"

"Aku menerimamu apa adanya,"

"Dengan syarat?" Ola bertanya

"Iya. Syaratnya cintai aku saja. Maka akan kucintai kau lebih dari cintamu padaku,"

"Gombal!"

"Perempuan memang aneh. Suka memancing agar pria menggombali, tapi tak suka jika itu gombal," Elang menggelengkan kepalanya.

"Ya itulah. Kalau cuma teori semua orang bisa bilang. Jadi kapan kau akan melamarku?"

"Soon Ola. Soon..." jawab Elang tersenyum sambil memakai lagi headsetnya.

Artikel Terkait

A & E (41)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email