Tuesday, April 24, 2018

A & E (34)

Dear Elang,

Bentuk rindu kadang abstrak, kadang sangat nyata. Kerinduan akan kehadiran sosok yang mampu mengisi panca indera. Kerinduan yang tak bisa digantikan pun dengan hadirnya pengganti. Kerinduan yang hanya bisa diobati oleh pemberinya.

Kerinduan mirip dengan rasa lapar. Datangnya kerinduanpun juga mirip dengan mencicipi makanan. Awalnya hanya bertemu, berbincang, ternyata menyenangkan. Lalu tercipta kenangan. Hingga muncul kerinduan mengulang kenangan.

Memahami bahwa kerinduan kadang tak selalu baik untuk disampaikan. Biarkan saja menguap jadi awan. Biarkan turun pada saatnya hujan. Biarkan kerinduan beradu dengan embun pagi, yang muncul sejenak lalu pergi.

Kerinduan yang tak pada tempatnya, bukanlah indah, melainkan bencana. Aku tak ingin kerinduan ini menjadi bencana buatmu, buat dia, buatku juga.

Simpan rindumu di sana. Laki-laki memang punya kemampuan untuk menyimpan lebih dari satu cinta. Tapi ku tak mau jadi satunya.

Aku sudah menerima kenyataan bahwa kau dengannya. Maka terimalah kenyataan bahwa kau tak mungkin denganku. You should have waited, I am worthed.



Ola.

Artikel Terkait

A & E (34)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email