Monday, April 23, 2018

A & E (32)

"How do you define attractive?" tanya Elang di suatu siang saat mereka makan Subway sambil duduk di samping danau yang tenang.

"Hm, random question, Lang," jawab Ola yang hampir menggigit sandwich kesukaannya.

"Ya, tiba-tiba muncul di pikiranku. Dan kau orang yang tepat untuk membicarakan hal-hal seperti ini."

"Hal-hal absurd seperti ini, maksudmu," Ola tertawa.

Kumpulan bebek di danau mulai berenang-renang, mereka juga lapar tampaknya. Cuaca musim semi yang menghangat, bunga-bunga mulai bermekaran, taman yang mulai ramai dikunjungi orang saat makan siang.

"Kusimpan pertanyaannya. Kita habiskan Subway ini dulu. Katanya tak boleh makan sambil bicara," lanjut Elang.

"Setuju. Smakelijk eten*!"

"Smakelijk eten," Elang mulai melahap sandwichnya.

Yang membuat Subway berbeda dengan sandwich yang ada di Albert Heijn atau semacamnya karena sandwich di Subway benar-benar dibuat sesuai permintaan. Roti Perancis yang panjang dan luarnya keras, diisi dengan isian sesuka hati. Tak ada isian baku seperti yang sudah tersedia di supermarket yang untuk take away. Delhaize punya juga, dengan beberapa rasa seperti tuna sandwich, egg sandwich, bacon, dan semacamnya.

Sandwich yang biasanya panjang 20 atau 30cm ini sangat mengenyangkan. Awalnya Ola tak mampu menghabiskannya sendirian. Namun setelah latihan, perjalanan naik sepeda ke mana-mana yang cukup melelahkan, lama-lama lambungnya beradaptasi. Ini bukan nasi, jadi mungkin beda sensasinya.

Ditambah suara renyah yang dihasilkan oleh crust roti Perancis yang khas, membuat suasana makan menjadi berbeda jika dibandingkan dengan makan siang di Indonesia.

Park itu dipenuhi orang yang istirahat siang. Ada yang makan siang, ada yang duduk membaca buku, ada yang menutup telinganya dengan sepasang earphone, ada yang bercengkerama dengan kawan-kawannya sambil menikmati indahnya musim semi yang hangat.

Sekitar 20 menit berlalu, dan sandwich tadi tinggallah masa lalu. Mereka berdua masih duduk di bangku taman yang terbuat dari kayu, warnanya coklat tua, sudah tak menyisakan lembab dari embun tadi pagi.

"Ya, jadi attractive itu sering diartikan dengan kecantikan fisik semata. Tapi buatku, tak sekedar itu, lho! Orang menjadi attractive pertama karena dia percaya diri. Orang yang percaya diri tentu lebih menarik dibanding yang tidak percaya diri. Pendiam atau pemalu beda dengan tidak percaya diri tentunya. Haha." jawab Ola.

"OK, aku menyimak. Lalu?"

"Lalu, begini kontradiksinya. Ketika attractiveness hanya didefinisikan sebagai menarik secara fisik, justru saat inilah terjadi ketimpangan. Manusia tidak dianggap sebagai manusia utuh. Melainkan bagai kucing yang ikut kontes dan dinilai dari keapikan bulunya, kebagusan keturunannya, breednya. Padahal manusia adalah makhluk sempurna." Ola meneruskan sambil memandang ke arah empat anak muda yang sedang bercengkerama. Tampaknya anak-anak SMA yang pulang sekolah.

"OK, jadi maksudmu, attractive tidak hanya bisa diartikan sebagai menarik secara fisik. Hm, menarik. Lalu?"

"Kau pernah dengar ceramah ustadz yang bilang kalau manusia adalah tentara jiwa?"

"Oh ya, sepertinya pernah. Itu menurutku keren"

"Iya. Awesome, right?"

"Banget. Kau masih ingat penjelasannya?"

"Masih. Kalau tidak salah beliau berkata bahwa manusia adalah tentara jiwa. Dia bisa mengenali siapa kawan-kawannya; makanya ia akan berkumpul dengan kawan sejiwa."

"Dan itulah mengapa pasangan dinamakan "soul mate", ya?" Ola bertanya untuk menegaskan.

"Bisa jadi," Elang menjawab lalu diam sejenak. Diam-diam mengagumi perempuan yang duduk di sampingnya.

"Lanjutkan. Bagaimana dengan attractive?"

"Haha, besok sajalah. Nanti semua kalori yang baru kumakan lenyap begitu saja kebanyakan berpikir menjawab pertanyaanmu itu. Kau jawab sendiri sajalah"

"Hahaha"

Obrolan-obrolan ringan tak penting seperti ini yang membuat Elang tertarik pada Ola. Ia tak mampu menjelaskan kenapa dirinya terpikat. Makanya ia meminta Ola menjelaskan arti kata attractive, karena sesungguhnya Elangpun tak mampu mengurai apa-apa saja yang membuat dirinya seolah rindu Ola.




______








*Selamat makan! Ungkapan yang digunakan orang Belanda yang dikatakan sebelum makan.

Artikel Terkait

A & E (32)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email