Friday, April 20, 2018

A & E (27)

"You don't own me. I decide what I am going to do with my life, Lang,"
"Ya, tapi apakah itu bakal baik buatmu? Lingkungannya bagaimana? Mereka orang baik?"
"Lang, what I hear is you don't believe in my judgments?"
"Bukan begitu. Aku hanya ingin melindungimu," nada suara Elang melemah.
"I care about you, La. I really do," lanjut Elang.
"Yes, I know. Tapi bukan seperti ini cara menunjukkan pedulimu padaku, Lang. If you care about me, you must trust me," Ola bersikukuh dengan pendapatnya.

Elang merasa disalahkan. Dipojokkan. Apa salahnya melindungi orang yang dicintai?

Di satu sisi, Ola yang sudah terbiasa mandiri. Merasa bahwa sayang Elang ini sayang yang salah. Mengapa posesif pada orang yang dicintai? Mengapa tak membiarkannya tumbuh? Mengapa tak mempercayainya?

"Lang, you know I love you, right?" tanya Ola beberapa saat setelah mereka tak beradu argumen. Ola memainkan jemarinya di tuts keyboard dan menuliskan sesuatu untuk Elang. Sebelum nanti dikirimkannya via Skype.

Elang tak menjawab. Dia diam. Berpikir.

Aku tahu banyak cara mencintai.
Aku tahu kau begitu peduli dan tak ingin kehilanganku.
Aku tahu kau tak ingin aku terluka.
Tapi siapa kau yang seolah mampu melindungiku selalu?
Siapa kau yang seolah mampu menjagaku selalu?
Aku tak ingin dicintai seperti itu.
Aku ingin dibiarkan terbang lepas.
Aku akan pulang.
Dan jadilah tempatku pulang.
Biarkan aku terbang.
Burungpun butuh sarang.
Apa kau kira cinta seperti ini tak menyakitiku?
Apa kau kira cinta seperti ini tak menunjukkan keeogisanmu?
Kau ingin memilikiku.
Aku bukan milikmu.
Belum.
Kau belum berucap akad.
Maka keputusanku adalah keputusanku.
Ini hidupku.
Ya, aku sayang padamu.
Tapi aku juga sayang pada diriku.
Sayang pada mimpiku.
Sayang pada cita-citaku.
Sayang pada hidupku.
Aku tak ingin suatu pagi aku terbangun di sampingmu dan merasa menyesal telah meninggalkan impianku demimu.
Aku tak ingin suatu pagi aku terbangun di sampingmu dan menyesal karena seharusnya aku tak ada di situ.

Ola menarik nafas panjang, lalu menekan tombol Send.

Beberapa detik kemudian, tulisan itu muncul di layar Elang. Membacanya. Elang hanya diam.

"Kau sudah ingin istirahat, La?"
"Iya. Aku butuh merebahkan diri. Sudah ya"
"Iya," jawab Elang datar.
"Dagh Elang,"
"Dagh Ola," jawab Elang sambil menekan tombol Offline.



Artikel Terkait

A & E (27)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email