Tuesday, April 17, 2018

A & E (24)

"Kapan kau ingin menikah, La?" tanya Elang di kereta saat mereka duduk berdampingan pulang dari Amsterdam. Dari China town, membeli makanan kesukaan dari Indonesia. Salah satunya green tea ice cream, bakpao, dan beberapa bumbu masakan.

"Hmmm, mungkin secepatnya"

"Oh ya?" Elang terkejut. Tak menyangka mendapat jawaban itu dari perempuan di sampingnya.

"Iya. Kenapa? Kau tampak terkejut"

"Iya. Kukira kau akan bilang saat usia 30, atau 35, atau bahkan kau putuskan untuk tak menikah."

"Hmmm. Mungkin aku berubah."

"Dan itu karena?"

"Entahlah. Karena takdir? Haha. Entahlah. Ku rasa menikah akan menyenangkan"

"Dan ketakutanmu tentang pernikahan sudah hilang?"

"Masih ada. Aku masih takut jika menikah dengan orang yang salah"

"Kalau denganku?" tanya Elang.

"Denganmu? Kau melamarku?"

"Tidak. Belum. Hanya bertanya,"

"Tentu aku mau menikah denganmu. Tanpa ketakutan sedikitpun, Elangku sayang"

"Syukurlah"

"Itu saja pertanyaannya?"

"Iya. Cukup sekian sekarang, nona manis."

Ola menyandarkan kepalanya ke bahu Elang. Suara Tommy Page seolah terdengar.. everyone needs a shoulder to cry on, everyone needs a friend to rely on. When the whole world's gone, you'll always have my shoulder to cry on.....

Artikel Terkait

A & E (24)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email