Tuesday, April 17, 2018

A & E (23)

"Yang membuat aku gelisah adalah kenyataan bahwa kau berpikir bahwa aku tak lagi membutuhkanmu, La," Elang berkata dari seberang benua.

"Bukankah memang seperti itu, Lang?"

"Tidak. Bukan seperti itu. Ada yang salah dengan anggapanmu," Elang mencoba menenangkan Ola.

"Oke, jelaskan di mana letak kesalahannya"

"Satu, aku sibuk karena load kerjaan ku sedang banyak. Kedua, aku tak sempat menulis panjang karena saat pulang aku sudah lelah dan langsung tidur."

"Itu karena aku bukanlah hal yang penting lagi bagimu, kan?"

"La, kau berlebihan"

"Kau dulu, pasti sempatkan bertemu aku di sela-sela sibukmu. Kau dulu, pasti sempatkan tuliskan untukku satu dua e-mail. Kau dulu, pasti sempatkan menghubungiku hanya untuk hal-hal yang tak penting. Karena bagimu dulu, menghabiskan waktu denganku adalah hal yang menyenangkan. Sekarang?"

Elang terdiam. Dia membisu. Skype menjadi saksi kebisuan mereka berdua. Senyap. Ola dengan pikirannya. Elang ingin berargumen, tapi kiranya argumen itu hanya memperkeruh suasana, apa gunanya.

"People changes, La"

"I know. So do you," suara Ola melemah.

"It's fine. Lebih mudah bagimu meninggalkanku dalam keadaan seperti ini. Aku jauh. Memang kita tak pandai menjalani LDR."

"La, maksudnya?"

"You hear me. Kita putus."

"Hanya karena ini?"

"Ini vital dalam hubungan. Komunikasi. Kita dekat karena komunikasi. Pun jauh karena komunikasi."

"But I still want to be with you," iba Elang.

"No, you don't. We better off jalan sendiri-sendiri. Jika takdir menemukan kita kembali, kita akan bersama lagi. Jika tidak, kau masih temanku, Lang"

"La, bukan seperti ini aku ingin hubungan kita berakhir"

"Kau kira aku ingin?"

"Kau tak bahagia denganku?"

"Bahagia"

"Lalu?"

"I want the old you"

Elang terdiam. Ola terlalu tahu apa yang diinginkannya. Mudah baginya untuk memutuskan sesuatu apakah akan sesuai dengan dirinya atau tidak.

"Baiklah. Let's take a break."

"OK. Dua bulan. Then we'll see what happens."

"OK," jawab Elang. Ia menghela nafas panjang. Ola, this is why everything is so complicated with you...


Artikel Terkait

A & E (23)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email