Monday, February 05, 2018

A & E (15)

"I miss you..." suara Elang lirih tapi terdengar jelas oleh Ola. Skype malam itu jelas sekali. Seperti biasa Ola menemani Elang mengerjakan tugasnya jika Elang libur kerja.

"Kau ngelindur?"

"Hah?"

"Ya. Kau meracau"

"Aku?"

"Iya"

"Kenapa memangnya?"

"Tadi barusan kau bilang apa?"

"Bilang apa?"

"Yang barusan?"

"Memang aku bilang apa?"

"Ah, pura-pura. Ya sudah"

"Lho, memangnya aku bilang apa?"

"Aku takkan mengatakannya"

"Bagaimana aku tahu apa yang kukatakan kalau kau tak mengatakan padaku apa yang kukatakan?"

"Trikmu itu. Aku bukan remaja usia 16 tahun"

"Kau dengar apa yang kukatakan?"

"Dengar"

"Jadi, apa yang kukatakan?"

"Aku takkan mengatakannya," Ola tegas sekali mengucapkannya

"Jadi?"

"Jadi apa?"

"Baiklah. Tak mengapa kalau kau tak mau mengatakannya"

"Oh please. Sudah sana kerjakan tugasmu. Aku mau tidur saja."

"Merajuk"

"Siapa?"

"Kaulah. Masa tetanggaku yang punya kucing dua?"

"Aku tak merajuk. Aku ingin tidur saja. Kau lanjutkan saja kerjakan tugasmu"

"Ini masih jam sepuluh"

"Ya, tapi aku sudah mengantuk"

"OK kalau begitu. Kau ingin aku mengucapkannya lagi?"

"Apa?"

"Yang tadi kau dengar"

"Terserah"

"OK"

Ola menanti. Tapi Elang diam saja. Tak mengucap sepatah katapun.

"Katanya kau mau mengucapkannya sekali lagi?" Ola penasaran

"Tak jadi. Nanti tak jadi istimewa bila ku sering mengucapkannya. Nanti kau bosan"

"Haha. Ya sudah. Terserah kau saja"

"Iya. Sekali lagi aku mau memastikan. Kau dengar apa yang tadi kukatakan, kan?"

"Iya," wajah Ola bersemu

"Baiklah. Kau ingat baik-baik ya. Simpan di memorimu. Kunjungi kapanpun kau mau"

"Iya. Mengingatmu mengatakannya saja akan membuatku bahagia"

"Selamat malam, Ola"

"Selamat malam, Elang"



Desir angin di Amsterdam seolah mengirimkan rindu untuk Ola. Sampai jumpa esok, bintangku. Pikiran berkelebat di kepala Elang sebelum ia menekan tombol Off di Skypenya.









Artikel Terkait

A & E (15)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email