Sunday, February 04, 2018

A&E (14)

Ola, jika diartikan dari Bahasa Spanyol, panggilanmu itu artinya Halo. Sapaan ringan dan indah. Mungkin itu kenapa aku susah melupakanmu. Karena menyapa ada di setiap sendi kehidupanku. Ketika aku bertemu kawanku Bea, dia menyebutkan namamu "Ola, Elang!". Maka otomatis teringat aku padamu.

Maafkan sudah agak lama aku tak menulis untukmu. Tugasku banyak. Ada beberapa praktikum yang mesti aku selesaikan. Dosen agak galak. Akunya keteteran antara kerja dan kuliah. Tiap hari aku pulang larut malam, ketiduran, dan paginya rutinitas berulang. Aku naik bus jam 06.32, beli sandwich di stasiun, lalu begitu seterusnya. Belanda baik-baik saja. Amsterdam masih sama seperti biasanya. Akunya mungkin yang agak-agak kurang bersyukur hidup di sini. Beberapa hari aku tergolek sakit, lalu ingat dirimu. Biasanya akan ada kau yang menjenguk dan memasak untukku. Minimal teh manis hangat buatanmu itu menemani kedatanganmu. Tapi ya sudahlah, untung kemarin ada Wisnu yang mau mampir tiap sore. Jadi sedikit terobati dan tak merasa benar-benar sendirian.

Jadi, kau bagaimana?

Jangan berburuk sangka padaku, La. Kerinduanmu itu kurasakan juga. Tapi kau wanita, lebih melodrama. Aku biasa menyembunyikan di balik tumpukan piring kotor yang kucuci setiap malamnya. Kusembunyikan di balik lembaran kertas yang mesti aku pelajari. Rumus programming yang mesti aku kumpulkan demi kelulusanku. Aku rindu kau, pasti.

Kau ingat cerita Laila Majnun? Sepertinya aku ingin mengulang membacanya.

Ceritakan padaku tentang Bandung. Aku rindu obrolan kita di sana.





Maafkan Elangmu yang sibuk ini.

Artikel Terkait

A&E (14)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email