Tuesday, January 02, 2018

Aurora & Elang

Elang, lama sekali tak kau balas e-mailku. Kau bosan? Kau sibuk? 
Aku di sini ingin tahu kau sedang apa. Apa kau kehujanan? Apa ban sepedamu kempes di jalan? Kenapa sudah 1 minggu tak juga kau balas e-mailku? Kau lupa aku? 

Aku rindu obrolan kita. Debat-debat kita yang seringkali tak jelas ujung pangkalnya. Lang, aku baru 1 bulan meninggalkanmu, tapi seolah sudah sewindu berlalu. Aku tidak sedang menggombalimu, jangan ge-er dulu. Aku hanya berusaha jujur. Mungkin suatu masa nanti, aku akan baca e-mail ini denganmu di sampingku, dan kita akan menertawakan kecemasanku. Hihihi. 

Lang, sebulan ini aku mengenal beberapa tempat di Bandung. Aku paling suka Museum Geologi, lho. Ada dinosaurusnya! Juga ada abu dari letusan Gunung Merapi. Serem sekali, Lang. Dan itu makin menyadarkanku bahwa manusia gak ada apa-apanya. Manusia hanyalah setitik debu di pantai. Bahkan lebih kecil dari itu. Dalam sekejap, nasib bisa berbalik, peruntungan bisa bertukar, dan takdir bisa terjadi. Ah, aku rasa aku makin relijius saja di kota ini. 

Kau bagaimana? Apa yang baru di hidupmu selain kehilangan hadirku? Hihihi. Kau pasti sedang rindu ya? Atau kau berpura-pura tak peduli dan terus bekerja seolah aku masih di sana? Dan kita hanya terpisah sepanjang jalur kereta Haarlem-Amsterdam? 

Aku selalu suka kereta. Selain itu moda transportasi tanpa macet dan antri, kereta mengingatkanku akan kita. Saat aku menatap ke luar jendela di kereta Bandung-Jakarta, yang kulihat adalah hamparan rumput berhias bunga tulip. Padahal aku sedang tak menuju Utrecht! Ajaib bagaimana memori bisa membawa kita ke tempat yang ribuan mil jauhnya. Tapi aku lebih suka kereta di sana, karena ya ada kaunya. Hahaha. 

Lang, kau akan pulang summer nanti kan? Aku akan menunggumu di sini. Jangan beri aku kejutan, kau tahu aku tak suka kejutan. Kau mesti kasih tahu aku minimal 3 bulan sebelumnya, agar aku dapat bersiap. Haha, bersiap mulai pakai masker, pakai skincare, dan menghilangkan gumpalan lemak. Makanan Bandung juara, kau tahu! Ada namanya surabi. Beda dengan serabi yang ada di Malang. Awalnya aku tak suka, tapi lama-lama unik juga. Rasanya seperti santan dicampur parutan kelapa. 

Di sini juga banyak rumah makan Padang, jadi nanti aku gak akan repot bikin rendang untukmu kalau kau kesini. Hahaha. Aku tinggal beli tanpa perlu nunggu 5 jam untuk masak. Cukup sekali! Hahaha. 

Lang, kau janji ya, balas e-mailku secepatnya. Tak perlu kau uji aku apakah aku kehilanganmu. Bisa gila aku tak berbalas e-mail denganmu. OK? Plissssssssssssssssssssss… 






Olamu selalu yang merinduimu di tanah tumpah darah Indonesia. 

Artikel Terkait

Aurora & Elang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email