Monday, January 01, 2018

Aurora & Elang

Elang, sekarang hujan. Apa kabarmu di sana?
Kita memandang langit yang sama, tapi apakah hatimu masih sama? 
Tidak, aku tidak sedang mengeluh. Toh, aku sendiri yang ingin pulang ke Indonesia, berjauhan denganmu. Aku hanya ingin menyampaikan salam rindu. Bahwa kau di sana, baik-baik saja, aku yakin itu. Bagaimana kerjamu? Kau Beta di tempat baru itu? Jangan terlalu banyak menghabiskan uangmu untuk bagel. Tak akan kau temui aku lagi di sana. Haha.

Hatiku baik-baik saja di sini. Aku bersyukur aku mengambil keputusan ini, di sini, lebih banyak kajian keilmuan. Dan aku tak perlu ragu memakai jilbab panjang seperti teteh-teteh di sini. Aku tak perlu pura-pura sakit perut untuk menghindari ajakan ngafe. Aku cukup di sini, hatiku tenang dan lebih damai, walau tak mampu kupungkiri rindu ini tentu masih untuk namamu. 

Kau tahu, sempat aku baca seorang ustadz kenamaan di sini berkata “Indonesia adalah sepenggal surga di dunia”. Dan bagiku, itu luar biasa maknanya. Tak perlu lagi aku tunggu jam 9 untuk sholat Maghrib di kala summer, atau jam 3 untuk sholat Subuh. Di sini semua teratur. Keteraturan yang berbeda yang ditawarkan Belanda, kau ingat? 

Di sini, sholat teratur, di tengah kesemrawutan jadwal. Dengan jadwal sholat yang teratur saja aku sudah amat sangat bersyukur, Lang. 

Kapan kau terakhir pulang? 4 tahun lalu ya? Ayah ibu dan adik-adikmu pasti menunggumu. Kakak tercinta mereka yang baik hati dan suka masak.

Maafkan aku, tak bisa menemanimu lebih lama. Kurasa, jika bersatu adalah takdir kita, tak ada satupun yang kuasa menghalanginya. 

Baiklah. Akan kutulis e-mail lagi jika kurindu kamu. 
Baik-baik ya di sana, jaga sholatmu, dan sepedamu baik-baik. Hahaha. 


Rindumu selalu, 
Ola

Artikel Terkait

Aurora & Elang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email