Tuesday, January 02, 2018

Aurora & Elang (4)

Lulus
Artis
Pendidikan

"Itu tiga kata yang kubaca di puzzle kata. Kira-kira apa ya Lang maksudnya?"

"Mungkin kau akan lulus dari pendidikanmu, lalu jadi artis"

"Hahaha. Artis apaan? Mana ada modal aku buat jadi artis. Wajah pas-pasan gini. Eh tapi karismatik sih. Charming kan Lang?" Ola mengedip-kedipkan matanya ke arah Elang.

"Iya in aja lah biar kau puas," Elang konsen mengamati bagelnya.

"Sini, bagelmu buatku ya, ternyata aku masih lapar. Kukira akan cukup kenyang dengan hot chocolade. Ternyata...." Ola melihat bagel punya Elang yang tinggal setengah. Dengan penuh harap bagai mata anak kucing yang kelaparan, Ola melemparkan pandangannya dari bagel ke Elang. Elang ke bagel.

"Beli sana gih sendiri. Malah makan punyaku lagi," Elang pura-pura ketus.

"Ogah. Sebagel berdua kan lebih romantis daripada sendirian," Ola berlagak romantis sambil bergelayut manja

"Halah. Bilang saja kaunya memang ingin jadi bagian dari hidupku. Eh, bagelku," ujar Elang lirih.

"Iyaaaaa... eh..enggak maksudnya," Ola meralat jawabannya. Menyadari bahwa Elang mencandainya barusan. Wajahnya bersemu merah sesaat, lalu segera ia melahap bagel punya Elang.

"Lain kali aku akan pesan yang blue cheese with smoked tuna. This is delicious"

"La, makan bagel apapun kalau makannya sama aku pasti jadi delicious dan unforgettable"

"Unforgettable, that's what you are. Unforgettable, though near or far", Ola menyanyikan lagu lawas Unforgettable dari Nat King Cole.

"Kau iniiii. Sedikit-sedikit nyanyi. Nyanyi sedikit-sedikit," kata Elang gemas sambil mengacak rambut Ola
Yang kayak gini yang bikin aku susah lupakan kau, La

"Hehe, tapi kau sukanya gak sedikit-sedikit kan?"
Jangan buat kenangan terlalu banyak. Aku takut nanti akan susah menghapusnya.

"Aku suka kamu banyaaaaaak, La"

"Berapa lapis?"

"Ratusan!" Jawab Elang menirukan iklan makanan

Merekapun tertawa bersama di cafe itu. Jane & Jim Cafe namanya. Mungkin pemiliknya sepasang suami istri. Dekorasi minimalis warna coklat, menyediakan berbagai menu makanan dan minuman ringan, bebas dari asap rokok & alkohol, background musik smooth jazz yang lirih, dan satu yang membuat Ola betah di sana ialah kursinya yang nyaman sekali.

"Suatu hari, aku ingin kita punya cafe, Lang. Ola & Elang. Bagus kan?"

"Iya, bagus," Elang menjawab perlahan. Memandang dalam pujaan hatinya ini. Melihat masa depan berbinar di coklat bola matanya. Ia bertanya dalam hati akankah takdir mempersatukan kita nanti, La? Di depan Ola, dia tersenyum bahagia. Setidaknya untuk sekarang, kita bersama.


Artikel Terkait

Aurora & Elang (4)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email