Saturday, January 06, 2018

A & E (9)

Hai, La.
Assalamualaikum...

Maafkan aku belum bisa balas e-mailmu dan belum baca tulisanmu. Ada deadline di kerjaan. Ku harap kau sukses dengan rencanamu.

Wassalam,
Elang.




Itu e-mail yang diterima Ola, 1 bulan yang lalu. Sekarang sudah Februari. Sebentar lagi ulang tahunnya. Apa jangan-jangan Elang lupa? Tujuh belas Februari, dia suka sekali angka itu. Persis sama dengan tanggal bulan kelahiran pemain basket legendaris idolanya. Elang bisa menghabiskan waktu bermenit-menit untuk menonton iklan Nike yang dibintangi Michael Jordan.

Sebut saja iklan "Maybe It's My Fault", saking ngefansnya sama MJ, di kamar Elang ada poster selebar dinding, bertuliskan Maybe I led you to believe that it is easy, when it wasn't, dengan MJ sedang melakukan air jump nya.

Elang juga yang mengenalkan pada merk sepatu Jepang, Onitsuka. Sepatu yang kinipun menjadi favorit Ola.

Elang juga yang membuat angka 23 menjadi sakral. Karena itu nomer punggung MJ.

Elang juga yang membuatnya menyukai kombinasi warna hitam dan merah, yang dulu membuat Ola sakit kepala.

Elang juga yang mengenalkan pada enaknya gule, pada makanan Padang yang mesti dimasak dengan cinta dan kesabaran.

Tapi Ola tak kalah berpengaruh bagi Elang.

Ola yang mengenalkan bahwa hidup tak selalu monotone hanya dengan membaca buku-buku yang membuat berpikir. Ola yang mengenalkan pada Sherlock, Miss Marple, Hercule Poirot, Bourne, dan masih banyak lagi.

Ola yang mengenalkan Elang pada indahnya hanya duduk di bus dan menikmati pemandangan musim gugur. Ola yang mengajarkan Elang mengapresiasi kehidupan dan tak memutuskan untuk mengakhirinya. Ola yang mengajarkan keceriaan dan keriangan anak-anak masih perlu Elang lakukan untuk menjaga kewarasannya ketika kerjaan menumpuk.

Ola yang mengajarkan nikmatnya makan sushi, ikan mentah yang tak bersahabat dengan lidah Elang. Ola yang mengajarkannya menikmati cold brew.

Ketika dua insan saling berinteraksi, mereka saling mempengaruhi. Membawa adat kebiasaan masing-masing, membawa kegemaran sendiri-sendiri, untuk akhirnya menjadi jangkar kenangan pasangannya. Dan ketika jangkar itu tertancap, desir anginpun seolah membisikkan namanya.

Bagaimana mungkin aku tak gundah memeriksa inboxku setiap pagi? Bagaimana mungkin tak kusisipkan namamu dalam do'aku. Begitu banyak hal yang mengingatkanku akanmu.

Satu tanyaku, apakah kaupun begitu?

Ola. 

Artikel Terkait

A & E (9)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email