Friday, December 15, 2017

Tomorrow you'll be free....

Jika saja manusia berkomunikasi dengan telepati, maka kayaknya gak bakal diciptakan indera sebagai alat komunikasi. Jika saja manusia bisa membaca pikiran orang lain, dengan benar, bukan hanya dugaan, maka gak akan terjadi perselisihan. Jika saja manusia bisa membaca pikiran dengan akurat, tepat, dan manusia bukan tempatnya salah dan lupa, maka semestinya manusia tetap hidup di surga. 

Tapi tidak begitu kenyataannya.


Manusia berkonflik, karena kepentingan yang berbeda. Konflik tak henti, karena tak ada yang mau mengalah. Konflikt tak henti, karena merasa benar. Konflik tak henti, karena mungkin tak bertujuan mencari solusi.

Dari aksi menimbulkan reaksi. 
Apa tujuan dari pemindahan itu?
Apa pertimbangan yang telah diambil? 


Satu tindakan, satu keputusan, satu pernyataan, bisa mengubah peta kedamaian. Seperti yang baru-baru ini dilakukan Presiden AS, Donald Trump, dengan memindahkan kantor kedutaan besar ke Jerusalem. Hal yang seolah sepele, hanya pindah, ternyata mempunyai konsekuensi yang luas dan dalam.  Sebelumnya, kedutaan besar Amerika ada di Tel Aviv, sebagai Ibu kota Israel. Jika pemindahan ini dilakukan, maka artinya AS mengakui Jerusalem sebagai Ibu kota Israel. Yang mana hal ini akan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina selama 70 tahun belakangan ini. 

Sayangnya manusia tidak bisa membaca pikiran manusia lain, sehingga yang bisa dibaca, dipahami, dimengerti, adalah perkataan dan perbuatan manusia lain itu.
Apakah tidak dipikirkan ratusan juta orang yang akan terpengaruh atas keputusan itu? 
Negara-negara Eropa menolak keputusan ini. Aksi pembelaan Palestina terjadi di mana-mana. 

Buat saya dan orang-orang muslim, Jerusalem adalah Ibu kota Palestina. 

Saya tak tahu banyak tentang sejarah penjajahan Palestina oleh Israel. Yang saya tahu, KLM mempunyai rute penerbangan dari Amsterdam ke Palestina. Jika Palestina tidak pernah ada, maka semestinya rute penerbangan itu juga tak semestinya ada. Masa sekelas KLM terbang ke tempat yang tidak jelas? KLM adalah perusahaan penerbangan Belanda (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij). https://adammaarschalk.com/2015/04/23/fly-klm-to-palestine-1931-ad/

Kita tidak bisa membaca pikiran orang lain. Tapi kita bisa mengkomunikasikannya. Mencoba mencari win-win solution. Sebisanya. Semampunya. Karena di balik semua hal, pasti ada niat baik yang melandasinya. 

Palestine, tomorrow you’ll be free…. a song from Maher Zain ...
https://www.youtube.com/watch?v=foSbqLi6U10

Artikel Terkait

Tomorrow you'll be free....
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email