Tuesday, December 05, 2017

Reward for Being Consistent

Mengutip salah satu iklan “Maybe It’s My Fault" yang dibawakan Michael Jordan, the Michael Jordan, yang bisa ditonton di sini: 
https://www.youtube.com/watch?v=9zSVu76AX3I

Berikut yang dikatakannya: 
"Maybe it's my fault. 
Maybe I led you to believe it was easy, when it wasn't. 
Maybe I made you think my highlights started at the free throw line, and not at the gym. 
Maybe I made you think that every shot I took was a game winner. That my game was built on flash, and not fire. 
Maybe it's my fault that you didn't see that failure gave me strength, that my pain was my motivation. 
Maybe I led you to believe that basketball was a God given gift, and not something I worked for every single day of my life. 
Maybe I destroyed the game. 
Or maybe you're just making excuses."

Kata kunci yang saya tangkap di kalimat itu adalah something I worked for every single day of my life. Amazing bagaimana konsisten memegang peranan penting dalam kegemilangan karir Michael Jordan.

Ada yang menarik dengan konsisten, atau yang bisa juga diartikan sebagai istiqomah. 
«أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”.
(Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim, Lihat Shahiihul jaami’ no. 163).

Menarik bahwa konsisten juga berpengaruh pada akhirat, tak hanya di dunia. Di dunia, jelas jika kita berkaca pada Michael Jordan, konsisten telah membawanya ke tempat di mana orang belum pernah mendudukinya. Bahkan perusahaan sekelas Nike, membuatkan brand sendiri untuknya, Air Jordan. Jordan adalah inspirasi konsisten, pantang menyerah, dan haus akan prestasi. Di balik semua yang tampak mudah ketika dia melakukannya, ada ratusan ribu jam telah ia habiskan dengan berlatih. Menerima kekalahan. Tapi ketika kemenangannya datang, ia tak tampak pernah kalah. Kekalahannya, tersapu oleh kegemilangan prestasinya.

Jordan mengajarkan tentang determinasi. Tentang respect. Tentang tidak berburuk sangka kepada hasil saat itu, namun terus memperbaiki diri untuk tetap melaju. Jordan mengajarkan bahwa dunia akan mendatangi ketika seseorang berprestasi. Dunia akan menghampiri, ketika seseorang terus menerus mengasah kemampuannya, bersikap humble dan tak lupa di mana ia berasal. 


Michael Jordan, mengajarkan nilai-nilai yang sama sebagaimana Rosulullah SAW ajarkan. Determinasi, visioner, respect, dan terus bergerak, konsistens menuju visi. Everything has price, and for dunya and the hereafter, for me, the price is called consistent. 

Artikel Terkait

Reward for Being Consistent
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email