Saturday, December 02, 2017

Prepare yourself, you never know when the opportunity comes, then maybe it's your luck!

Beberapa hari lalu saya menerima pesan dari seorang kawan. Tentang lowongan mentee. Awalnya saya kaget dan tersanjung, bahwa kawan saya mengingat saya secara spesifik, dan  mengingatkan saya untuk segera mendaftar lowongan itu. 

Saya membaca pesan itu lebih dari 2 kali, untuk apa?

Meyakinkan diri apakah saya memenuhi persyaratan. 


Suami dan ibu saya tentu merasa bahwa saya memenuhi persyaratan, jelas. Hahaha. Mereka percaya pada saya 1000%. Kawan sayapun merasa saya memenuhi persyaratan, bukankah itu yang membuatnya segera mengingat saya dan mengirimkan pesan itu? Baiklah. 

Setelah 100% saya yakin bahwa saya memang memenuhi persyaratan, maka saya mempersiapkan diri untuk membuat CV. CV yang sudah lama sekali tidak saya bikin, untuk kepentingan lamaran lowongan seperti ini. Dan ini mengingatkan saya pada 17 tahun lalu. Ketika saya mengikuti seleksi untuk AFS Exchange Program tahun 2000. 

Saat itu, ibu saya yang meyakinkan saya bahwa saya bisa, mempunyai kemampuan untuk itu, dan saya menurut apa kata beliau. Dan kali ini, saya melakukan hal yang sama. 

Batas waktu penerimaan dengan jelas tertulis pukul 16 WIB hari Jum'at. Setelah mengikuti 2 agenda, saya mempunyai waktu 1.5 jam sebelum pukul 16 WIB untuk mengirimkan e-mail. Dengan tipe deadline seperti itu, saya yakin hanya akan ada shortlisted kandidat yang akan lulus ke tahap kedua.
CV hanyalah tahap awal. Jika CV saya lulus, maka saya akan menerima formulir untuk diisi, dan mungkin beberapa tahap setelahnya. Pengalaman di AFS mengajarkan saya betapa untuk mendapatkan orang yang benar-benar memenuhi spesifikasi, akan membutuhkan beberapa lapis saringan.

Alhamdulillah, CV terkirim sebelum jam deadline. Selanjutnya saya akan menunggu apa yang akan terjadi. Jika itu rezeki saya, tentu tidak akan ada yang mampu menghalangi, dan sebaliknya.

Yang menarik ialah apa yang saya pelajari dari hal ini bagaimana saya secara tidak sengaja mempersiapkan, memantaskan diri untuk hal-hal seperti ini. Bagaimana kepercayaan diri saya muncul ketika saya membaca persyaratannya, dan berpikir "this is so me!"


Saya heran jika ada orang yang berkata bahwa kesempatan tak pernah datang. Karena belajar dari ini, saya yakin bahwa jika dengan sadar kita menjadikan diri lebih baik, belajar lebih banyak, maka kesempatan itu akan datang. Tiba-tiba.

Bismillah, maka semangatlah! Teruslah bergerak, teruslah berjalan. Ini saya juga menyemangati diri saya sendiri. Hahaha. Untuk bacaan jika rasa malas melanda. Hohohoho. Wish me luck!

Saya ingin mengutip:

Luck is what happens when preparation meets opportunity - Seneca. 


Artikel Terkait

Prepare yourself, you never know when the opportunity comes, then maybe it's your luck!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email