Wednesday, December 20, 2017

Loyal sih, Tapi.....

Hari ini saya bertemu dengan sahabat saya, dan dia mengeluhkan karyawannya yang tidak produktif. “Loyal sih, tapi gak produktif,” katanya. Tadi saya tidak terlalu mengindahkan kalimat itu, tapi sesampainya di rumah, ternyata kalifaat itu menggelitik saya. Apa yang membuat orang produktif? Maka saatnya saya memeriksa, apa itu arti produktif? Hehe. 

Kembali ke definisi memudahkan saya memikirkan hal-hal yang awalnya seolah kompleks. 
produktif/pro·duk·tif/ a 1 bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar): perkebunan itu sangat --; 2 mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya); menguntungkan: tabungan masyarakat dapat dipinjamkan kembali untuk keperluan --; 3 Ling mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru: prefiks meng- merupakan prefiks yang --;

Jika di Bahasa Inggris (Cambridge Online Dictionary), productive  artinya B2 having positive results:
Example: 
We had a very productive meeting - I felt we solved lots of problems.
Theirs was a very productive partnership.

Produktif, singkatnya menghasilkan hal yang positif, menguntungkan. 
Maka, jika kembali ke kalimat sahabat saya tadi, dia menginginkan karyawan yang loyal dan produktif, artinya, dia menginginkan karyawan yang mampu menghasilkan hal yang positif, tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak menghasilkan.

Uniknya, kegiatan manusia yang beragam, seringkali membutuhkan waktu istirahat. Sayangnya waktu istirahat dianggap sebagai waktu tidak produktif. Misalkan sholat, ternyata ada yang menganggap sholat sebagai bagian dari ritual agama Islam, sebagai hal yang menyia-nyiakan waktu. Sedangkan bagi umat Islam, sholat adalah waktu recharge baterai, yang efeknya justru akan lebih menjadikan produktif setelahnya. 

Analoginya seperti mesin yang dipakai terus-menerus, tanpa maintenance, apa jadinya? Dia akan lebih cepat rusak, dibanding mesin yang jadwal perawatannya tepat. Mengapa? Karena manusia adalah makhluk kompleks dengan kecanggihan tiada tara. Bahkan Allah SWT pun berfirman bahwa Dia menciptakan malam untuk beristirahat. Sebuah sunatullah. Sudah hukum alam bahwa semua ada sistem maintenancenya. Tak terkecuali makhluk Allah SWT yang bernama manusia. 

Maka saya berpikir, bagaimana menjadikan karyawan produktif? Di tengah saya mengaduk susu coklat hangat, saya menemukan beberapa hal ini: 
  • Apakah karyawan tahu jobdesc nya? Tugas, Tanggung Jawab, Wewenang?
  • Apakah karyawan tahu target pekerjaannya? 
  • Apakah karyawan memang cocok dengan bidang pekerjaannya sekarang? Jika dia orang yang gemar dengan angka, apakah dia cukup bersentuhan dengan angka dalam keseharian? 
  • Apakah karyawan tahu standar minimal pencapaian pekerjaannya? 

Jika semuanya sudah terjawab “tahu”, maka lanjut ke tingkatan sesudahnya. Apakah karyawan paham? Setelahnya, apakah karyawan dapat melakukan pekerjaannya? Adakah yang harus diberikan supaya karyawan bisa melakukan pekerjaannya? 

Setelah karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan baik, mintalah dia untuk mengevaluasi pekerjaannya, lalu menganalisanya apa yang mesti ditambahkan, apa yang mesti dihilangkan, apa yang mesti dikurangi, apa yang mesti diadakan. Setelah itu, barulah dia akan mampu menciptakan sesuatu pemberi solusi dalam pekerjaannya. 

Kembali lagi bahwa level produktif yang diharapkan berbeda-beda tentunya dalam tiap jenis pekerjaan. Bagian packing akan lebih produktif ketika ia mampu mempack lebih banyak dibanding sebelumnya. Bagian follow up, mampu mem-follow up dan closing lebih banyak.

Artinya, pertanyaan pertama untuk karyawan mesti dijawab oleh bosnya dulu. Hehehe. 
  • Apakah karyawan diberi tahu jobdesc nya? Tugas, Tanggung Jawab, Wewenang?
  • Apakah karyawan diberi tahu target pekerjaannya? 
  • Apakah karyawan dianalisa memang cocok dengan bidang pekerjaannya sekarang? Jika dia orang yang gemar dengan angka, apakah dia cukup bersentuhan dengan angka dalam keseharian? 
  • Apakah karyawan diberi tahu standar minimal pencapaian pekerjaannya?
Jadi, kalau saya berpikir lagi, bagaimana menciptakan karyawan produktif, maka itu tadi jawabannya. Pekerjaan rumah lagi untuk bos. Hohoho. 


Selamat produktif! 

Artikel Terkait

Loyal sih, Tapi.....
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email