Wednesday, December 06, 2017

Bagaimana Agar Diri Bisa Konsisten?

Setelah kemarin saya membahas tentang reward dari konsisten, istiqomah, dunia akhirat, kayaknya sudah pada mau ya berusaha untuk konsisten, kan? Bukankah istiqomah, konsisten itu berat di awalnya? Seperti menulis ini contohnya. Ada tantangan untuk menulis 30 hari tanpa henti dipublish di blog, di grup saya. Awalnya bingung, mau nulis apa, tapi kata guru kami, Mas Teddi, sekarang goalnya konsisten dulu. Membiasakan menulis. Kualitas nanti saja. Jadi sekarang saya membiasakan dulu untuk menulis, 1 halaman per hari.  

Saya mengamati, ada beberapa tools yang bisa membantu konsisten. Baik dari internal maupun external diri. 

Saya bahas untuk internal terlebih dahulu. Internal diri, yang penting adalah niat sungguh-sungguh untuk melakukan hal yang ingin dilakukan secara konsisten. Misalkan menulis ya contohnya. Tanyakan apa komitmen diri. Apakah ada komitmen? 
  1. Apakah ini penting buat saya? 
  2. Mengapa ini penting?
  3. Apakah saya benar-benar mau melakukan ini? 
  4. Bagaimana agar saya bisa mencapai apa yang saya inginkan? 
  5. Perlukah saya memberi reward? Ataukah saya tipe yang menjauhi punishment?
  6. Apa yang akan saya dapat dengan melakukan hal ini? 
  7. Apa yang akan saya lakukan untuk menjadikan konsisten? 
  8. Dan seterusnya…

Menulis, biasanya menjadi alat bantu ampuh dalam menjaga ke-konsisten-an. Menulis tangan, yang mampu mengingatkan tentang record hal yang ingin kita konsistenkan. Kalau menulis di blog, saya mengetiknya menjadi 1 file. Sehingga terekam sudah berapa hari saya menulis. Misalkan day 1, day 2, dan judulnya. Selain itu, tentu ada rekaman di blog tanggal berapa saya posting. Dan juga ada di grup tempat laporan postingan. 

Sedangkan untuk pilates, saya awalnya mencanangkan waktu target 3 bulan untuk merutinkan kembali pilates, saya usahakan tiap hari. Saya ada kalender khusus yang saya lingkari setiap saya selesai melakukan pilates, dan saya juga tulis durasi pilates saya. Kalender itu mengingatkan saya walau sudah malam hari misalkan saya belum pilates, maka kalender itu seolah memanggil saya untuk ber-pilates. Kalender ini menguatkan saya. Dan ketika saya selesai pilates, melingkarinya membuat perasaan lega, nyaman, dan rasa sehat. Bangga kepada diri karena mampu menjalankan komitmen diri.

Karena seperti yang saya baca, dan akhirnya saya yakini, bahwa orang yang kuat adalah bukan orang yang menang gulat, namun orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Dalam hal ini, saya letakkan di disiplin diri. Jika tak ada orang yang mampu selalu mengingatkan tentang kebiasaan ini, misalkan personal trainer, maka ya mesti bergantung pada kekuatan disiplin diri. Internal. 

Toh, tidak ada yang menyuruh kita melakukannya, kan? Kita ingin, lalu kita lakukan, dan kita berkonsisten untuk melakukannya. Karena tak ada yang mustahil diraih jika kita konsisten. 


Selamat pagi, selamat melingkari kalender! 

Artikel Terkait

Bagaimana Agar Diri Bisa Konsisten?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email