Tuesday, January 05, 2016

Bandung, surganya Fashion?

Awal 2016 Januari ini, yang bertepatan dengan bulan Rabi'ul Awal 1437 Hijriah, beberapa hal baru saya lakukan. Dan hal-hal tersebut yang mengilhami saya menulis entri blog ini, setelah sekian lama kosong tanpa ada update baru.

Fashion, mode, baju, kain, tidak pernah berhenti orang berinovasi, mencoba model baru, motif baru, gaya baru. Dan seiring ramainya sosmed, penjualan fashion yang sebelumnya hanya terbatas pada toko offline, mulai merambah dunia online. Nilainya pun tak main-main. Bisnis jual baju, kain, dan semacamnya, tidak bisa lagi disebut sebagai "usaha sampingan". It's serious money going on.

Dengan akses transportasi, didukung dengan akomodasi, banyak sekali wisatawan asing yang belanja bahan fashion di Bandung. Tidak jarang ditemui turis Malaysia, Singapur, berjalan-jalan di Pasar Baru. Logat khas mereka menjadikan suasana belanja makin meriah. Semeriah penghasilan para pelaku bisnis offline.

1. Pasar Baru Bandung
Kemajuan luar biasa, persis di hadapan Pasar Baru Bandung ini, dibangun hotel. Iya, hotel. Yang mana tidak jauh-jauh, pasti digunakan untuk mengakomodir wisatawan domestik maupun luar, yang ingin berbelanja di Pasar Baru Bandung. Mulai dari belanja kain kiloan, hingga yang satu meternya harganya bisa membuat mata terbelalak, semua ada. Mau segala oleh-oleh dari Arab, semacam kurma, kacang-kacangan, juga ada. Mau sajadah, perlengkapan sholat ada. Mau gamis, hijab, baju dalam, sprei, you name it. Semua ada.

Buah-buahan, dll, sampe oleh-oleh tempe goreng Bandung pun lengkap! Semuanya tumplek blek di Pasar Baru Bandung. Bisa dibayangkan omzet para pelaku bisnis yang melapak di Pasar Baru Bandung ini. Luar biasa. Perputaran uang riil.

Ohya, plus KFC yang nongkrong di pojokan depan Pasar Baru Bandung, yang trafficnya luar biasa.... hampir tidak pernah ada kursi kosong. Ck ck ck .. Saya tadi mikir "Kenapa KFC, kenapa ga HokaBento, atau McDo, atau yang lain". Hehe, iseng aja sih. Sayang belum ada mesin EDC di KFC ini, jadi ga bisa bayar pake fiestapoin, dan juga paket anaknya ga ada mainannya. batal deh order Chaki meal.. :(

2. Baltos
Entah, menurut saya, perkembangannya termasuk stagnan. Dari awal berdiri hingga sekarang, tak banyak kemajuan yang didapat. Walau memang di berbagai sisi, sudah ada pemain-pemain yang sudah punya merk, yang buka lapak juga di Baltos. Baltos sebagai tampungan dari Pasar Balubur lama, juga termasuk ramai lengkap.

Mulai dari penjual pasar basah (sayur mayur, bumbu dapur, ikan, daging ayam, jajanan pasar, semua ada), penjual stationery (semacam kertas, dan perlengkapan sekolah, ATK, juga lengkap). Dengan adanya ACE Hardware juga menyemarakkan belanja di Baltos. Untuk pengunjung yang mau terbebas dari asap rokok, dan bisa lebih nyaman window shopping, bisa masuk ke toko ini. Sekarangpun, Chatime masuk di bagian bekas kasir ACE Hardware. Sepertinya hal ini juga menambah ramai ACE Hardware, walau mungkin belum tentu pengunjung belanja disana. Sayangnya, tidak ada Informa di cabang ini. Hanya ada di cabang tertentu di Bandung (kalau ga salah hanya ada di Dago dan IBCC).

Lalu, juga ada bagian hijab, perlengkapan fashion muslimah (kenapa ya fashion muslim jarang?), yang lumayan berisi beberapa merk terkenal, seperti Zoya, Elzata, Wardah, juga beberapa merk lokal Indie yang menggebrak. Pun yang muslimah syar'i yang bercadar juga bisa belanja disini karena ada penjualnya juga lho ^_^. Cukup lengkap :)

Selain itu, ada juga penjual buku-buku bekas/baru, tapi bukan toko buku ya.. lapak buku.. Lumayan bisa dapat komik lawas seharga 10rb untuk 3 komik. Terus, juga ada lapak bagi pecinta bola dan jersey bola, yang bisa pesen langsung untuk dibikin disitu. Hm, beberapa lapak untuk mengisi tinta printer, dan semacamnya (tapi sayang, hmm... asap rokoknya itu lho).

Ohya, saya ini jadi bingung, sebenarnya merokok di luar ruangan itu boleh tidak, sih? Secara peraturan yang dipasang sih bisa didenda 5 juta rupiah (kalau ga salah baca), hm, tapi sepertinya tidak ada penegak hukumnya.. hehe. Jadi siapa yang bakal denda ya?

Lalu, ada juga yang menyediakan batik, semua serba batik, dan juga kain (walau tidak sebanyak di Pasar Baru Bandung, dan dengan harga yang sedikit berbeda (kecuali udah tahu harga dan bisa nawar).

3. Braga Citywalk
Mall yang entah kenapa masih belum sehidup BIP. Padahal udah ada 2 hotel, 1 studio film XXI. Apakah karena akses masuknya yang susah? Mengingat untuk masuk ke Mall ini, harus lewat one way dari arah BIP, lurus terus sampe BI, terus belok kiri arah rel kereta api, terus baru belok kanan, terus ambil kiri (masuk parkiran). Dengan akses terbatas ini, bisa jadi menjadikan Braga Citywalk belum rame.

Tapi, tadi waktu kesana, ada pamerah clothing. Dan jumlahnya lumayan serta beragam. Dari kaos Bandung (kalau ga salah merk nya Canghegar), batik Kamisuka, dan beberapa lapak lainnya. Di pameran itu, saya merasa, "ya ampun, Bandung ini banyak banget ya merk fashion, dan kayaknya bisa melayani SEMUA LAPISAN masyarakat".


Nah, dari ketiga tempat itu, saya berkesimpulan:
1. Bandung ini memang surganya Fashion. Like it or not.
Semua harga ada. Semua bener-bener bisa dapat barang yang diinginkan, sesuai bujet.

2. Kita mesti punya statement of fashion (fashion statement) yang jelas, kalau ga, bisa kalang kabut liat semua barang bagus, dan affordable, dan cute, dan lucu, dan lain sebagainya.

3. Kalau kita beli barang, kayaknya lebih fair kalau kita juga keluarkan barang yang kita punya. Yang pernah saya denger dari seorang guru kondang: "jika dikasih baju 10, keluarkan baju juga 10".

4. Siapkan bujet jika berbelanja, dan make sure, patuhi bujet. Jangan lapar mata lah (sebaiknya). Karena ingat, bon-bon belanjaan itu tidak berbohong. Hehe. Dan salah-salah bikin makin stress kalau ternyata over budget :).

5. Pakai baju / sepatu yang cocok untuk jalan-jalan, terutama di musim hujan seperti sekarang. Jangan pake highheels yang aneh-aneh, untuk jalan di jalan becek. atau pake baju yang sayang kotor ^_^.

6. Ingat selalu kewajiban walau sedang berbelanja. Bagi yang muslim, kalau waktunya sholat, ya sholat. Jangan bikin jalan-jalan jadi ga berkah. Hehe.

Ya segitu dulu lah sebagai preambule. Yang mau ke Bandung, saya sarankan, sebaiknya weekday, kenapa? Biar anti mainstream aja, jadi ga terlalu kena macet, dan siapa tau bisa nego harga lebih bagus. Hehe.



Artikel Terkait

Bandung, surganya Fashion?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email