Tuesday, January 21, 2014

Carilah PR atau Jadilah PR

PR yaitu kependekan dari Public Relation, yang tugas-tugas sebenarnya saya juga masih kurang paham, karena memang diluar ranah belajar saya. Tapi secara garis besar sepengetahuan saya tugas PR itu ya menjembatani hubungan antara perusahaan/klien yang diwakilinya dengan masyarakat atau stakeholders terkait, sehingga semua hal yang dilakukan oleh klien yang diwakilinya dapat diterima dengan baik secara persepsi oleh stakeholders (dan memang baik). Mohon koreksi bagi yang lebih paham ya.

Kenapa judul posting kali ini saya membahas tentang PR? Karena saya melihat begitu dominannya media nasional mainstream dalam memberitakan orang tertentu, atau bahkan tidak memberitakan kejadian yang seharusnya bisa dianggap penting. Entah karena apa, mungkin karena bujet liputan atau memang tidak ada mandat liputan. Sedangkan mayoritas masyarakat Indonesia ini lebih mengandalkan media mainstream untuk informasi-informasi terkini. Namun ternyata, banyak liputan yang 'miss' tidak tercover, dan tidak terberitakan ke bagian Indonesia yang lain karena media mainstream ini tidak menyiarkannya.

Contoh:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/01/11/mz7i5z-istri-gubernur-sumut-borong-kerajinan-pengungsi-sinabung

ini ketika saya cari di kotak search google:
Istri Gubernur Sinabung,

Yang muncul semua hanyalah media online, tidak ada portal TV, eh apa karena Google ratingnya kurang tinggi tentang kata kunci itu sehingga kalah dengan Republika? Ataukah memang tidak ada beritanya? Yang saya tahu sih di salah satu portal TV nasional, tidak ada liputan pada tanggal 11 Januari tersebut. Tapi mungkin di portal berita yang lain ada. Padahal ini berita positif dan walaupun kecil, tapi tentu ini ada pihak yang sedikit bahagia dengan berita ini.

Kenapa sih hal yang tampaknya sepele seperti ini saya tulis? Ya karena banyak sekali tokoh-tokoh positif kita yang sangat kurang pemberitaan. Jujur saja, masyarakat ini lebih banyak dijejeli oleh berita-berita negatif / gosip-gosip infotainment, dibanding berita-berita positif. Istilahnya, setiap berita kebanyakan kok ya berita buruk. Disana banjir, disini longsor. Mana berita positifnya????

Salah satu solusi yang terpikirkan oleh saya adalah masing-masing tokoh atau tokoh yang diwakili dari partai apapun, silakan mempunyai divisi PR atau Humas (Hubungan Kemasyarakatan/Masyarakat).

Salah satu contoh saja adalah tentang wakil, entah apalah itu wakil gubernur, atau wakil walikota, atau wakil apa saja yang jarang sekali diliput apa saja kegiatannya. Padahal saya yakin beliau-beliau ini tidak diam saja. Nah bagaimana supaya kegiatan beliau ini diliput? Ya salah satunya punya / menjadi PR diri sendiri. Walau sepertinya menjadi PR diri sendiri tentunya lebih repot karena akan mengharuskan mengupdate kegiatan, kecuali jika yang mudah-mudah seperti twitter atau status facebook. Cuma memang bagaimanapun perlu saat ini untuk terus mengupdate pekerjaan tokoh / wakil rakyat kita ini. Masyarakat perlu berita-berita positif.
Misalnya dengan mempunyai website sendiri yang diurus kontennya oleh sebuah tim, seperti salah satu partai yang aktif menyiarkan berita-berita positif kegiatannya di website yang dibikin sendiri, karena memang tidak disiarkan di media mainstream nasional :D. ini websitenya jika ingin tahu : www.pkspiyungan.org.

Nah, mungkin website ini bisa dicontoh untuk selalu diisi kegiatan-kegiatan positif tentang kepartaian atau kegiatan para tokoh-tokoh masyarakat sehingga para masyarakat ini tahu wakil-wakil ini sedang apa, dimana :D.

Ya begitulah kira-kira. Oh ya, PR ini bukan pencitraan ya. PR adalah peliputan kegiatan, bukan sekedar pencitraan pepesan kosong. Sudah capek lah kita ini dengar pepesan kosong, kami ingin yang bekerja, tokoh-tokoh positif, sudah bosan kami dengan berita-berita gosip-gosip infotainment.

Artikel Terkait

Carilah PR atau Jadilah PR
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email