Tuesday, March 15, 2005

Sibuk sibuk

Semua orang merasa sibuk, banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan tiap harinya. Mulai bangun tidur, menata tempat tidur, buka korden dan membiarkan matahari masuk melalui jendela, jalan ke kamar mandi dan seterusnya. Kesibukan yang membuat otak kita selalu berguna, bahkan, menurut penelitian, orang tidurpun masih sibuk, karena si otak masih bekerja, walaupun dalam gelombang yang berbeda. Ya kalau kita bangun maka otak bekerja di gelombang alpha, maka pada waktu kita tidur, si otak bekerja pada gelombang gama. Tapi tetap saja, sibuk.

Kesibukan tiap orang kadang dirasakan berbeda porsi dengan orang lain. Bagi seorang anak kecil berusia 5 tahun, harus mengganti baju dan belajar menggosok gigi sebelum tidur merupakan suatu kesibukan tersendiri. Namun bagi seorang pelajar berusia 21 tahun, assignments dan ujian merupakan kesibukan tersendiri. Apalagi jika kita berada jauh dari orang tua, bertambahlah kesibukan itu dengan kesibukan "rumah tangga". Contohnya, berbelanja, memasak tiap hari *memberi kekuatan dan kesehatan pada diri sendiri*, laundry dan cucian *supaya tampak selalu segar dan terawat*, dan lain dan lain. Kesibukan yang makin bertambah seiring berjalannya usia.

Dulu bagi kita ketika masih berusia 17 tahun, SMU dan extra kulikulernya merupakan kesibukan yang banyak menyita waktu, apalagi belum ditambah les sana sini dan juga pacaran, tugas sekolah hanya nomer 6 atau 7 dari list of activities. Bergaul merupakan kesibukan yang utama. Makin lama, bergaul bisa dikesampingkan, atau bahkan dimasukkan dengan kegiatan yang lain. Berolahraga bisa menjadi sarana pergaulan, sehingga dalam hal ini, dua kesibukan bisa di compress jadi satu.

Ketika seseorang sibuk, seringkali ia mengeluh, ah, kapan saya punya waktu luang. Namun bagi orang yang "pengangguran", maka yang sangat diinginkannya adalah mempunyai kesibukan, atau bahkan menciptakan kesibukan itu sendiri. Seperti yang ada dalam agama Islam, pergunakanlah waktu yang 5, sebelum datang waktu yang 5 *dengan urutan yang tidak urut*;

1. Waktu sehat sebelum waktu sakit
2. Waktu muda sebelum waktu tua
3. Waktu kaya sebelum waktu miskin
4. Waktu luang sebelum waktu sibuk
5. Waktu hidup sebelum waktu mati

*semoga benar, kalau ada yang salah, itu hanyalah kesalahan penulis sehingga penulis mohon perbaikan*

Ya intinya..
Nikmati kesibukan itu satu per satu. Karena hanya saat itulah kita bisa merasakan kesibukan itu. Waktu tidak berhenti apalagi mundur, sehingga kita harus mempergunakan setiap saat dan setiap detik yang kita punyai. Bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sehingga otak ini terus terasah, karena pada saat kita merasakan sibuk, maka nanti kita bisa lebih menghargai pada saat kita mempunyai waktu lenggang.

Sesungguhnya semua kebaikan dan kebenaran hanya berasal dari ALLAH SWT. amiin.
Mari sibuk bersama!!

Artikel Terkait

Sibuk sibuk
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 comments: