Sunday, May 16, 2004

Kerja

Kerja emang enggak pernah menyenangkan. Ada sih sebagian orang yang puas dengan kerjanya, dengan gajinya, dan dengan segala hal yang meliputi kerjaan itu. Tapi di lain pihak, enggak semua orang mengalami hal yang sama. Banyak orang yang kerja karena ia butuh kerjaan itu. Karena perutnya harus diisi, karena keluarganya harus dihidupi.

Kalo agama Islam selalu bilang bahwa kerja adalah ibadah. Intinya hidup kita semua adalah ibadah, ditujukan untuk ibadah kepada ALLAH SWT.

Kalo aku pikir-pikir, *disaat aku normal*, maka aku bisa mengerti kenapa dan alasan kenapa Islam mengatakan hal itu. Ya maksudnya kan semua adalah ibadah, dan kalo kita meniatkan suatu pekerjaan karena gajinya, maka yang kita dapat adalah gajinya saja. Tapi kalo kita meniatkan suatu pekerjaan ikhlas sebagai ibadah kepada ALLAH SWT, maka selain gajinya, kita dapat ganjaran atas pekerjaan kita itu.

Seperti yang pernah aku baca di buku agama Islam. Katanya kalo manusia mengharap dunia, maka ia akan mendapatkan dunia. Tapi barangsiapa yang mengharap akhirat, maka dia akan mendapat dunia dan akhirat. Ah, enak ya ? Istilahnya beli satu dapet 2. Twee halen een betalen, kata orang Belanda. Bayar satu dapet dua.

Tapi yang jadi masalah sekarang bukan tentang bagaimana niatnya. Sekarang yang jadi masalah adalah gimana kita bisa ikhlas meniatkan segala pekerjaan untuk ibadah kepada ALLAH SWT. Dunia kan tampak mata, kasat mata. Dan manusia dengan segala keterbatasannya, lebih menyukai hal-hal yang bisa disentuh, diraba, dibau, dan segala hal yang bisa memfungsikan panca indera dengan baik. Dunia adalah jawabannya. Di lain pihak, akhirat adalah hal yang abstrak, tidak tampak dan tidak dapat dibayangkan. Itulah yang membuat susahnya manusia untuk beribadah dan bekerja demi mendapatkannya.

Orang Barat yang tidak mengakui adanya Tuhan *atheis*, mengatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan dan hal yang ghaib melemahkan manusia. Manusia diharuskan menyembah pada hal yang tak tampak. Manusia yang harus selalu berlaku baik pada manusia lain dikarenakan ingin mendapatkan surga. Hal yang aneh.

Ada hadist yang mengatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Alasannya mungkin kembali pada akhirat itu tadi. Manusia beragama yang menjalankan agamanya selalu melakukan sesuatu berdasar perintah Tuhan, sedangkan perintah Tuhan tidak selalu menguntungkan. Ambil saja contoh bahwa manusia harus berzakat dari hartanya. Secara logika, adalah hal yang tidak masuk akal bahwa manusia harus menyerahkan sebagian hasil kerjanya pada orang lain yang bahkan kenal saja tidak. Secara logika manusia, hal itu tidak masuk akal sama sekali. Hasil kerja yang telah mereka dapatkan adalah untuk mereka pergunakan dan mereka nikmati seluruhnya, tanpa mengenal adanya hak orang lain dalam harta mereka.

Hal-hal kecil seperti inilah yang kadang membuat perbedaan besar. Orang beragama yang menjalankan agamanya dan percaya bahwa ada hari akhir dan akhirat, di saat semuanya adil, dan akan diadili oleh Yang Maha Adil.

Mungkin memang benar kata hadist diatas, dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.

Tapi kalo aku pikir-pikir lagi, aku inget ada tes psikologi buat anak kecil. Mereka boleh makan satu kue sekarang, tapi kalo mereka sabar dan mau menunggu 15 menit, maka mereka akan mendapat dua kue. Bisa saja hal ini dibuat analogi seperti dunia dan akhirat tadi. Jika manusia yang beragama mau bersabar untuk hidup yang hanya sekitar 60 tahun ini untuk akhirat yang abadi, pasti semua bakal masuk surga. Ah, tapi mana banyak orang yang mau berpikir seperti ini. Seringkali toh aku juga masih sering kalah dengan dunia, kalah dengan hal yang kasat mata.

Semoga dengan semua kerjaan kita, kita bisa ikhlas untuk mendapat akhirat, jadi selain gaji, masih ada value added nya yang bisa kita dapatkan. amiin. Itung-itung buat tabungan buat nanti kalo udah mati.

Artikel Terkait

Kerja
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 comments