Thursday, April 15, 2004

Otak dan Hati

Otak dan Hati adalah dua hal yang berbeda, sering kali malah berlawanan kepentingan. Otak yang cenderung merasionalisasikan segala yang ada, dan hati yang bisa merasakan dan berintuisi. Otak dan hati yang sering kali berantem dan tidak memberikan solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Susah membuat salah satu diantara mereka mengalah demi kepentingan bersama.

Otak dan Hati adalah dua hal yang diberikan Tuhan pada manusia, dan itulah yang membuat manusia menjadi pemimpin muka bumi ini.

Otak dan Hati saling mempengaruhi, suka ato tidak suka. Hati yang busuk dan kotor hanya akan memberikan sinyal2 buruk ke pada otak, yang mana akhirnya berbuntut pada tindakan2 dari alat gerak yang cenderung ke hal2 yang busuk juga.
Sedangkan otak yang busuk juga akan membuat hati menjadi suntuk dan tidak bahagia, dan selebihnya juga akan mempengaruhi alat gerak kita.

Dalam memecahkan masalah, kadang otak dan hati mengalami kemacetan untuk bekerja sama. Di satu sisi, otak yang hanya merasionalisasikan semuanya tidak bisa menerima adanya perasaan cinta ato sayang ato benci. Di lain pihak, ketika hati menjadi rajanya, otak tidak bekerja sama sekali, dan hanya melakukan hal2 yang menurut perasaan benar, tanpa mempertimbangkan efek2 sesudahnya.

Kemenangan hati diatas otak, atau sebaliknya, susah dilakukan ketika dua2 nya tidak mau mengalah untuk memberi waktu lainnya untuk bekerja. Maksudnya gini, ketika kita sudah dihadapkan pada suatu masalah, maka berikanlah waktu kepada Otak dan Hati untuk memberikan argumen masing2. Hal ini sangat penting agar keputusan yang kita hasilkan menyeluruh dan tidak hanya ditungganggi oleh satu keperluan tertentu. Karena pada akhirnya, kita semua tidak mengingkan adanya penyesalan di hari nanti. Makanya orang bilang, ketika kita lagi marah, mending tidak memutuskan apapun, karena pada saat itu, hati yang bekerja, sedangkan otak sedang retired.

Intinya, kedua nikmat yang telah Tuhan berikan kepada manusia itu harus dipergunakan dengan sebaik2nya. Menjaga balance antara keduanya memang gak mudah, karena enggak ada hal di dunia ini yang diberikan secara cuman2, semua pasti ada harganya. belajar untuk menggunakan kedua perangkat itu dengan baik adalah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Terus berlatih untuk menjaga keseimbangan keduanya. Amiin. Karena ketika dua hal itu sudah bisa dikendalikan dan dipergunakan dengan baik, kita bakal terkejut dengan kebijaksanaan kita sendiri. Semoga...

Artikel Terkait

Otak dan Hati
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email