Thursday, April 08, 2004

Error malam hari

Gimana caranya aku tau bahwa yang aku rasakan adalah cinta?

Bagaimana caranya aku tau bahwa aku akan mencintainya selamanya dan ia begitu juga sebaliknya?

It's just feels right, gitu kata orang-orang. Intinya, mungkin insting manusia yang menentukan itu cinta ato bukan.

Kadang aku ngerasa bahwa jika orang yang aku sayangi deket dengan aku, semua akan lebih mudah. Tapi itu juga bukan jaminan bahwa aku akan bersamanya selamanya. Katanya enggak ada orang yang cuman satu dalam hidup kita, yang ada adalah beberapa orang tepat yang bersama kita mengarungi hidup ini.

Aku bersyukur dengan pernikahan sahabatku dan temenku. Aku ngerasa mereka beruntung banget bisa menentukan dan mengambil keputusan untuk bersama dengan orang yang sama selama hidup mereka. Grow old together. Kadang aku ngerasa bahwa sendirian, menjadi seorang single, adalah suatu keputusan yang wajib dihormati oleh siapapun. Tapi kadang aku ngerasa bahwa ini tidak adil bagiku, semua yang ada tidak adil bagiku. Aku menginginkan sesuatu, tapi DIA tidak memberikannya padaku. Tapi setelah itu aku sadar bahwa semua ada waktunya, dan yang terbaik menurut aku bukan berarti memang yang terbaik menurut DIA. Hal itu sering membuat langkahku ragu.

Aku lelah untuk terus berlari dan berjalan dan berlari dan berjalan di jalan yang tidak menentu ini. Aku ingin sebuah kepastian. Tapi aku masih ingat bahwa aku pernah memberikan kepastian itu pada seseorang. Aku mengatakan bahwa aku akan menunggunya siap. Tapi apakah itu benar?

Aku ingin melupakan semuanya dan menjadi kosong dan putih. Tapi mana mungkin? Semua warna sudah menjadi satu dan membentuk aku yang sekarang. Semua pengalaman yang manis dan pahit telah mengukirku menjadi yang sekarang, dan tanpa semua itu, aku bukanlah aku yang sekarang.

Menjadi putih adalah hal yang impossible untuk terjadi, karena semua sudah terjadi. Walaupun aku nangis darah, itu enggak akan berpengaruh dengan keadaan sekarang. Tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Kamu bikin aku inget akan semuanya. Semua yang pernah kita alami, gimana awal pertemuan kita. Dan sekarang udah 6 bulan kita kenal, aku sadar tadi waktu buka2 arsip. Semua ini hanya menyakitiku. Terus menyakitiku. Mengapa kamu baik banget ama aku? kenapa ??? Kenapa kamu gak pergi aja? Ato aku harus pergi?? Pergi untuk menghilangkan rasa bersalah yang ada.

Komunikasi, iya aku tau.. Aku tau kata itu artinya apa. Karena bagiku kata itu adalah hal yang crucial dalam segala hubungan. Utarakan.

Tapi aku enggak bisa kalo langsung memutuskan hubungan yang ada sekarang. Aku mencintainya, aku selalu berharap akan menikah dengannya. Sejak aku kenal dia. Sejak aku kenal dia hampir 5 tahun lalu. Impianku dulu adalah menikah dengannya. Aku merasa bahwa aku sudah sreg ama dia. Enggak ada lagi yang perlu diragukan. Tapi kenapa sampe sekarang aku masih belum juga menikah??? Ah, mungkin aku emang gila.

Perasaan ini semakin lama semakin membuatku gila.

Ada tembok yang gak bisa aku robohkan dengan kekuatanku sendiri.Mungkin memang sudah ada yang namanya suratan takdir. Ada tembok yang bisa aku tembus. Dan aku hanya bisa menjadi adiknya saja, selama-lamanya. Harapan untuk bersama adalah khayalan semata. Tidak akan pernah tercapai. Aku tak mencintaimu. Aku menyayangimu. Ah, seandainya bisa aku hapus semua memori yang ada. Seandainya ada penghapus yang bisa menghapus ingatanku, ah..betapa indahnya. Melupakan bagian2 yang bersamamu. Tapi tentu saja itu bakal menjadi hal yang tidak adil bagi kamu. Karena kamu juga sakit. Jadi kita harus sama2 sakit. Tapi gimana kalo kita mengulang perkenalan kita?

Hi there...


Ijinkan mencicipi indahnya duniamu.
Tidak ! Kau tidak berhak untuk mencobanya. Ini belum saatnya.
Tapi aku begitu ingin mencobanya. Kulihat kau menawan.
Tapi ini bukan saatnya.
Hell, aku ga mau!
Tapi aku mau!
Ya sudah. Kau tanggung akibatnya.

Sakit...(sambil merintih memegang dadanya).
Aku..(dengan suara sekarat). Aku sakit.. dadaku...(sambil memegang dadanya).
AKu sudah bilang ! Kau yang nekat. Ini akibatnya.
Aku ingin melupakan semuanya. Aku ingin lepas dari rasa sakit ini. Aku butuh rehabilitasi.
Aku hanya punya ini (sambil mengulurkan tangan yang berisi secangkir air).
Aku butuh lebih! Aku butuh banyak air! (mengamuk sambil kesakitan).
Aku tidak bisa memberi lebih!

Pergi! Pergi! (meronta)
Kau sudah GILA!
Aku hanya ingin mencinta! Dimana salahnya??? (marah, masih kesakitan)
Salah waktu, salah orang. Salah semuanya. Kau tidak sadar?
Aku tau, aku tau. Tapi ini bukan semata salahku.
Lalu?
Ini salah orang ketiga.
Aku tidak mau mendengarmu lagi.Berhenti mengeluh!
Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

From dust to dust, from ash to ash...amiin..
Tirai menutup...Akhir pertunjukan. Penonton bingung. Sutradara memberi tepuk tangan. Riuh rendah. Lalu


kosong


Artikel Terkait

Error malam hari
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email