Friday, February 13, 2004

it's a looonggg story...

Sekarang ada di rumah mita. Udah beberapa hari ini aku numpang disini, benernya seh buat ngerjain tugas, eh ternyata memang konsentrasi itu susah ndapetinnya, gak masalah dimanapun kita berada.

Yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya untuk bisa konsentrasi. Kalo semangat insyaalah aku udah ada. Tapi yang jadi masalah adalah bagaimana supaya aku ini bisa menyelaraskan antara semangat dan tugas yang banyak, sehingga aku bisa dapetin semua dalam satu paket.

Iya, kemaren aku mikir, kalo memang manusia itu pada akhirnya ke akhirat dan mati, jika benar apa yang semua ada di agama, lalu kenapa manusia itu hanya berpikiran sempit? Maksudku, ya misalnya kuliah hanya untuk dapet nilai dan gelar, padahal kan gimana kalo kita mati sebelum kita lulus? Gak sakit hati tuh ? terus contoh lagi yaitu kenapa kok kita ribut ama urusan duniawi aja? Kalo memang pada akhirnya kita akan mati dan dunia memang ladang untuk beramal? Lalu kenapa manusia takut beramal? Kenapa manusia merasa hidupnya lama, padahal kalo dibandingkan dengan akhirat yang bertahan selamanya (entah selamanya itu sampai kapan), kenapa manusia masih ribut? Apa mereka enggak sadar en enggak percaya akan adanya hari akhir? Sehingga hal itulah yang mendorong mereka mati2an mengejar dunia? Karena mereka berpikir ketika mereka mati, maka matilah semua yang pernah mereka miliki?

Mungkin itu yang dipikirkan orang2 yang tidak ato kurang percaya akan adanya hari akhir. Tapi entah mengapa, aku berpikir, kalo misalnya ada orang yang mengatakan bahwa kita harus mempersembahkan yang terindah dan yang terbaik pada setiap hal, aku bingung. Maksudnya, dia mengatakan selalu ada kemungkinan bahwa kita hanya mempunyai satu kali kesempatan dalam hidup ini untuk melakukan hal itu. Misalnya, euhm..waktu kita belajar membaca, kita dulu maless banget untuk belajar, ehm enggak taunya ternyata kesempatan belajar membaca itu hanya ada satu kali dalam seluruh buku kehidupan kita. Karena memang setiap hari dan setiap detik adalah hal yang baru.. bukan kumpulan novel yang bersambung, ya memang seh selalu bersambung, tapi kadang itu adalah cerita yang berdiri sendiri.

Aku bisa sedikit banyak lebih berpikir pada saat ini. Kalo misalnya, ada yang tanya, pengen jadi apa aku nanti. Bagaimana kalo aku besar nanti? Aku cuman berharap agar setiap detik yang mulai aku sadar sampai nanti aku bener2 hidup di akhirat, merupakan hal yang berarti buat orang lain. Misalnya, kalo aku merasa bahwa aku sudah berguna sebagai seorang anak, mungkin aku bisa berguna sebagai aktris yang berperan lain. Aku enggak tau.

Apakah benar apa yang dikatakan oleh orang yang pernah aku dengarkan. Menurutnya, hidup adalah mempersembahkan yang terbaik.. untuk apa? Jika memang sekarang kita tidak ato belum disebut sepenuhnya sebagai hidup, lalu kita ini apa? Manusia di dunia adalah sebagai khalifah, ato pemimpin.. tapi memimpin siapa?? Diri sendiri dan orang lain..untuk apa?? Kalo semua memang panggung sandiwara, lalu kenapa kita ada? Apakah karena memang kita harus ada?? Lalu mengapa kita berjuang untuk yang terbaik? Karena kita patut dan wajib mendapatkan yang terbaik..

Ah,banyak pertanyaan. Aku mikir aja.. kita kuliah sekarang buat apa? Kerja? Ato menambah ilmu? Lalu kenapa kita takut salah ?? kenapa kita takut kalo nilai kita kurang ?kenapa kita takut enggak lulus?

Misalnya lagi kita kerja.. apakah kita takut bahwa uang yang kita dapatkan pada akhirnya akan keluar lagi? Apakah kita tidak berkonsumsi? Percaya kepada kekuatan Tuhan ?

Mungkin aku belum dapet gambaran yang jelas akan hal ini. Memang pada akhirnya manusia dituntut untuk berkarir dan mengejar apa yang dia inginkan.. tapi lalu apa??? Apa tanda akhirnya?? Apa finishnya??


Misalnya sekarang aku pergi double degree, ah, mereka bilang Sweden itu dingin, enggak enak dan lain sebagainya.. ah, kayaknya semua enggak terlalu berpengaruh, toh cuman satu tahun. Maksudku, kalo memang dunia ini maya, terus apa yang kita takutkan??

Apakah kita takut mati ?

Maksudku,iya sekarang aku harus belajar banyak dari agama ini yang telah aku pilih dan aku terpilih untuk menjadi salah satu penganutnya.

Sekarang aku mau liat gimana perjalanan Muhammad SAW. Iya, dia berjuang untuk menegakkan kebenaran, ya dia berperang, dia berdagang.. tapi dia tidak pernah takut akan kematian, bahkan ketika dia hendak meninggal dia hanya mengatakan ummatii tiga kali.. dia memikirkan umatnya.. dia tidak meninggalkan warisan apapun kecuali Al-Qur’an dan Sunnah. Nah.. kalo memang kita sudah memilih agama ini, apakah kita masih mau berpaling? Kalo memang kita percaya bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik dan segala apa yang terjadi adalah semua kehendakNya, seperti yang kita minta.. kita hidup dalam aturan agama yang telah kita anut.. masing2.lalu kenapa kita melanggar perjanjian itu sendiri? Bukankah kita dulu pernah mengadakan perjanjian dengan Tuhan ?Bukankah kita berjanji untuk menjadi seorang pemimpin. Tidak kalah akan godaan setan yang hanya akan melanggar perjanjian kita dengan Tuhan. Dalam hukum ato law telah dikatakan, bahwa pihak yang melanggar perjanjian, misalnya euhm.. melanggar contract alias breach the contract harus mendapatkan sanksi.Nah, kalo kita melanggar perjanjian dengan Tuhan , bukankah kita juga mendapat sanksi??

Kita boleh dan harus kiss ass ke Tuhan, karena DIA lah yang akan mengabulkan semua permintaan kita.. nah, gimana cara kiss ass ke Tuhan?
Ini yang sedang aku pikirkan.. euhm… gimana caranya ya??
Menjalankan perintah dan meninggalkan larangan alias patuh kepadaNya. Tapi untuk mencapai derajat itu, bukankah kita harus belajar apa saja yang diperintahkan dan apa saja yang dilarang, jadi harus ada bukunya. Al-Qur’an adalah bukunya, yang penuh dengan perintah dan larangan. Yang penuh dengan apa yang seharusnya dan tidak boleh kita lakukan.. the do’s and the dont’s, bener gak?

Nah, kalo gitu, kita harus belajar dong, apa yang Tuhan inginkan dari kita? Nah, apa seh benernya yang Tuhan inginkan dari kita? Sesungguhnya semua orang di hadapan Tuhan adalah sama, dan yang membedakan hanyalah takwanya. Sesungguhnya orang yang berilmu dinaikkan berapa derajat dari yang lain.. apakah itu berarti bahwa kita harus berilmu? Pada akhirnya ilmu itu akan membawa nilai.. bukan kedudukan kita yang membuat kita kaya ato terhormat, sesungguhnya adalah bagaimana kita sendiri itulah yang menentukan apakah kita terhormat ato tidak. Lalu kenapa masih ada ketakutan akan dunia ini? Kalo memang Tuhan menjanjikan bahwa Ia telah mengatur pembagian rejeki kepada setiap manusia, apakah manusia masih memungkirinya???

Kalo memang ada 3 macam rejeki yang telah Tuhan berikan ke kita. Yang pertama adalah rejeki yang sudah ada di kita, kedua adalah rejeki yang kita nikmati dan habiskan, jadi misalnya euhm..uang untuk beli baju.. dan yang ketiga adalah rejeki yang masih digantungkan.. dan untuk rejeki inilah kita harus memohon, meminta.. dan berusaha meraihnya.. kan digantung.

Sekarang misalnya ada orang yang merasa kurang nyaman dengan apa yang ada dihadapannya. Euhm..misalnya karena dia enggan membaca bahan yang harus ia baca, nah.. bukannya dia harus mencari cara untuk membuat hal itu sebagai hal yang menyenangkan?? Karena buat apa dia buat susah? Maksudku, kan semua pada akhirnya hanya ada satu kali dalam hidup,nah, bukannya itu harus dinikmati..misalnya kalo kita nonton konser Pink, kan cuman satu kali aja, nah, itu aja dinikmati dan selalu dibicarakan, kenapa tidak mengenai Tuhan?

Kenapa Tuhan menjadi sosok yang menyeramkan dan agama menjadi sebuah penjara bagi manusia?? Karena memang manusia itu sendiri yang TIDAK MAU BELAJAR mengenai Tuhan dan agamanya. Kenapa yang dilihat hanya yang tampak di luar? Misalnya langsung percaya dengan apa yang dilihat? Bukankah kadang2 apa yang kita lihat itu bukan berarti yang sebenarnya?? Terima kasih kepada BBC yang menampilkan MYSTERY HUNTERS yang pada akhir setiap penayangan selalu mengatakan bahwa apa yang kita lihat bukan selalu yang sebenernya. Bahwa apa yang ada di TV bisa merupakan rekaan.. lalu kenapa manusia menikmati rekaan yang dibuat manusia?? Karena ada satu sisi yang tidak dimiliki oleh manusia yang lainnya. Bukankah manusia yang berilmu diberi derajat yang berbeda.. sama kan dengan hukum manusia sendiri, bahwa orang yang pintar ato dianggap lebih pintar selalu diberi tempat yang khusus. Padahal bukankah pada akhirnya semua sama?

Sekarang aku ngerti kenapa ada yang mengatakan bahwa orang yang percaya akan kekuatan takdir dan pada agama hidupnya akan lebih ringan dan lebih nyantai. Mungkin karena mereka hanya melakukan apa yang menurut mereka benar lalu mengolah semuanya menjadi satu kesatuan yang indah. Mereka adalah orang2 yang tidak mementingkan hasil selama proses yang dijalani sudah benar. Kalo memang ada kesalahan, maka mereka akan mengevaluasinya lagi. Apa mereka memang berpikir seperti itu? Apakah mereka cuman berjalan di jalan yang telah mereka pilih dan selalu belajar mengenai kehidupan, mengenai apa yang mereka lihat. Melihat semua hambatan adalah tantangan dan misteri untuk dipecahkan. Orang yang tidak mempunyai takut kecuali hanya pada Tuhannya. Orang2 yang mau bersujud dan meminta.. orang2 yang tidak sombong dan mengakui kekurangan dan kesalahannya di hadapan Tuhan ? Apakah itu orang2 yang seperti itu? Orang orang yang menentukan langkah dan menyiapkan target, lalu selalu berjalan di jalan yang telah mereka pilih, tak peduli apa kata orang? Apakah mereka orang2 yang tidak menghiraukan apa yang dikatakan setan? Apa mereka bener2 hanya hidup dalam jalan yang telah mereka pilih itu? Apakah mereka adalah orang2 yang sebenernya telah mengenal Tuhan dan agamanya dan berlaku sesuai dengan hal itu? Apakah memang itu??? Apakah mereka adalah orang2 yang menggunakan dunia untuk mencapai akhirat? Apakah mereka menganggap dunia sebagai alat dan kendaraan saja???? Apakah ini yang mereka pikirkan ? ah, rasanya aku butuh guru. Memang butuh guru.. untuk menjawab pertanyaan2 ini dan menjelaskan padaku tentang Tuhan, tentang agamaku.. kalo memang kita bisa takut enggak lulus ujian, apakah sebenernya kita harus lebih takut lagi kalo tidak bisa mengerjakan ujian yang terus menerus menempa kita di dunia ini??? Ujian yang panjang... panjangnya sampai 60 tahun... ah, lama...mungkin lama, tapi kalo dibandingkan dengan selamanya, maka rasanya cuman 40 tahun saja aku akan hidup di dunia ini. Ah, senang rasanya kalo aku nantinya akan lulus dari ujian yang tak henti ini... amiin...semoga aku bisa lulus dengan nilai yang terbaik...


Segala kritik dan masukan aku terima dengan senang hati. Kalo ada ajakan diskusi, juga silakan.. aku cuman mengatakan dari apa yang aku lihat, aku serap, aku saring, aku pikir, dan aku keluarkan lagi.. bukankah alam yang seluas ini telah diciptakan Tuhan untuk manusia dan makhluknya dan semua yang ada di alam tidak dapat ditundukkan kecuali dengan Kekuatan?? Dan kekuatan adalah ilmu dan doa.. dan apapun tidak akan berarti sesuatu kalo tidak diolah. Sebelum mengolah , harus ada bahan untuk dipikir... bukankah pada akhirnya manusia harus berpikir? Dan ini hanyalah hasil pikiranku, apa hasilmu?

Artikel Terkait

it's a looonggg story...
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email